Tewas di Penjara Rusia, Jenazah Navalny Diserahkan kepada Ibunya

Minggu, 25 Februari 2024 - 10:12 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya pada hari Sabtu, Yulia Navalnaya menuduh Putin melakukan "setanisme" karena tidak mengizinkan jenazah suaminya dikembalikan.

“Anda menyiksanya hidup-hidup, sekarang Anda menyiksanya saat dia sudah mati,” kata Yulia Navalnaya, yang bersumpah akan melanjutkan pekerjaan suaminya, dalam sebuah video yang dipublikasikan Sabtu.

“Apa yang dilakukan Putin sekarang adalah kebencian. Bukan, bahkan bukan kebencian, itu semacam satanisme,” ujarnya.

Kematiannya, yang terjadi setelah tiga tahun ditahan di penjara Rusia, memicu keributan di kalangan oposisi negara tersebut dan para pemimpin Barat.

Pada hari Sabtu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menambahkan suaranya kepada mereka yang menuding Kremlin ketika dia mengatakan pemimpin Rusia itu berada di balik kematian Navalny.

“Putin berpura-pura menjadi kuat, namun para pemimpin yang benar-benar kuat tidak membunuh lawan mereka,” kata Trudeau pada konferensi pers di Kyiv, menandai dua tahun sejak invasi Rusia.

Polisi Rusia telah menangkap ratusan pelayat di peringatan darurat Navalny selama seminggu terakhir.

Navalny menjadi terkenal melalui kampanye antikorupsinya, dengan mengungkap dugaan kejahatan yang dilakukannyakeuntungan Putin dan rombongan dalam film-film YouTube yang apik yang ditonton jutaan kali.

Dia ditangkap pada Januari 2021 ketika kembali ke Rusia setelah dirawat di Jerman karena serangan racun yang dideritanya saat berkampanye melawan Putin di Siberia beberapa bulan sebelumnya.

Dari penjara, dia terus berkampanye melawan korupsi di Rusia. Namun dia terpaksa menyaksikan tanpa daya ketika Putin menginvasi Ukraina, membubarkan organisasinya, memenjarakan sekutu-sekutunya dan memaksa orang lain ke pengasingan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Berita Terkini
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved