Perluas Pengaruh ke Eropa, China Tawaran Bantuan Keamanan bagi Hongaria

Senin, 19 Februari 2024 - 18:43 WIB
loading...
Perluas Pengaruh ke...
PM Hongaria Viktor Orban membangun kedekatan dengan China. Foto/Reuters
A A A
BEIJING - China menawarkan dukungan kepada mitra strategis lamanya Hongaria dalam masalah keamanan publik. Itu lebih dari sekadar hubungan perdagangan dan investasi.

Langkah tak biasa itu diwujudkan dalam pertemuan yang jarang terjadi dengan Perdana Menteri Viktor Orban, saat NATO berjuang untuk memperluas jaringannya di Eropa.

"China berharap dapat memperdalam hubungan penegakan hukum dan keamanan dengan Hongaria ketika keduanya memperingati 75 tahun hubungan diplomatik mereka," kata Menteri Keamanan Publik Wang Xiaohong mengatakan kepada Orban pekan lalu, dilansir kantor berita resmi Xinhua.

Saat berkunjung ke Budapest, Wang mengatakan dia berharap upaya tersebut akan menjadi “sorotan baru dalam hubungan bilateral” di berbagai bidang seperti pemberantasan terorisme dan kejahatan transnasional.

Hal ini juga akan mencakup peningkatan kapasitas keamanan dan penegakan hukum di bawah Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan (Belt and Road Initiative) yang dicanangkan oleh Presiden Xi Jinping, yang bertujuan untuk menghubungkan China dengan dunia melalui hubungan perdagangan dan infrastruktur.

"Wang juga bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Sandor Pinter dan menandatangani dokumen mengenai penegakan hukum dan kerja sama keamanan," demikian laporanXinhua pada Minggu, namun tidak memberikan rinciannya.

Baca Juga: Rusia Ungkap Pasukan NATO Menyamar sebagai Tentara Bayaran di Perang Ukraina

Jaminan keamanan China muncul ketika Hongaria, sekutu Rusia, berupaya mengurangi ketergantungannya pada negara-negara Barat dalam satu dekade terakhir di bawah kepemimpinan Orban, dan baru-baru ini menolak tekanan untuk menyetujui perluasan NATO di Eropa.

Hongaria adalah satu-satunya negara NATO yang belum meratifikasi permohonan Swedia untuk bergabung dengan blok keamanan tersebut.

China bersikap kritis terhadap NATO, terutama setelah blok tersebut mengatakan pada tahun lalu bahwa Beijing telah menentang kepentingan, keamanan, dan nilai-nilai NATO dengan “ambisi dan kebijakan koersifnya”.

Media pemerintah China menyebut NATO sebagai tantangan besar bagi perdamaian dan stabilitas global.

Pakta keamanan dengan Hongaria mewakili kemenangan diplomatik China di Uni Eropa, ketika blok tersebut mempertimbangkan hubungannya dengan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut karena perbedaan pendapat dalam hak asasi manusia, ketidakseimbangan perdagangan, dan invasi Rusia ke Ukraina.

Meningkatnya kedekatan negara Eropa tengah ini dengan Beijing telah menimbulkan hambatan dalam front kolektif UE.

Dalam beberapa kesempatan, Hongaria mengesampingkan atau menentang posisi UE yang kritis terhadap China mengenai isu-isu seperti hak asasi manusia, dan menyambut baik investasi China meskipun UE menyerukan kepada anggotanya untuk menyelaraskan hubungan dengan China sejalan dengan hubungan dengan blok tersebut.

Hongaria adalah rumah bagi basis logistik dan manufaktur terbesar Huawei Technologies (HWT.UL) di luar China, meskipun Komisi Eropa memperingatkan bahwa raksasa telekomunikasi itu menimbulkan risiko terhadap keamanan UE.

Sejak tahun 2016, Huawei telah bermitra dengan perusahaan kecerdasan buatan yang berbasis di Shanghai, Yitu Technology, untuk menciptakan solusi bagi kota pintar guna meningkatkan keselamatan publik dan kepolisian melalui penggunaan AI dan pengawasan.

Hongaria akan segera menjadi tuan rumah bagi produsen mobil China BYD, pabrik Eropa pertama.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Jenderal Sigit Bentuk...
Jenderal Sigit Bentuk Polresta Baru Khusus di IKN, Dijabat AKBP Supriyanto
Penampakan Razman Nasution...
Penampakan Razman Nasution Pakai Peci dan Sarung saat Dijebloskan ke Lapas Cipinang
B50 Mulai Berjalan 1...
B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
Berita Terkini
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved