Apa yang Dilakukan Ribuan Pasukan AS di Timur Tengah?
Kamis, 01 Februari 2024 - 17:17 WIB
loading...
A
A
A
Secara khusus, Menara 22 terletak di dekat garnisun Al Tanf, yang terletak di seberang perbatasan Suriah, dan menampung sejumlah kecil tentara AS. Tanf berperan penting dalam perang melawan ISIS dan mengambil peran sebagai bagian dari strategi AS untuk membendung pembangunan militer Iran di Suriah timur.
![Apa yang Dilakukan Ribuan Pasukan AS di Timur Tengah?]()
Foto/Reuters
Melansir Rueters, pangkalan AS adalah fasilitas yang dijaga ketat, termasuk dengan sistem pertahanan udara untuk melindungi dari rudal atau drone. Fasilitas di negara-negara seperti Qatar, Bahrain, Arab Saudi, Kuwait biasanya tidak diserang.
Namun pasukan AS di Irak dan Suriah sering diserang dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 7 Oktober, pasukan AS telah diserang lebih dari 160 kali oleh milisi yang didukung Iran, melukai sekitar 80 tentara, bahkan sebelum serangan hari Minggu di Menara 22, yang telah melukai sekitar 40 orang lainnya.
Gelombang kekerasan baru di Timur Tengah telah meletus sejak 7 Oktober ketika pejuang Islam Hamas Palestina menyerbu Israel dan membunuh 1.200 warga Israel dan menyandera 253 lainnya. Sebagai tanggapan, Israel melancarkan kampanye militer yang menyebabkan lebih dari 26.000 orang tewas dan menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah di Jalur Gaza yang berpenduduk padat.
6. Jadi Target Serangan karena Mendukung Israel

Foto/Reuters
Melansir Rueters, pangkalan AS adalah fasilitas yang dijaga ketat, termasuk dengan sistem pertahanan udara untuk melindungi dari rudal atau drone. Fasilitas di negara-negara seperti Qatar, Bahrain, Arab Saudi, Kuwait biasanya tidak diserang.
Namun pasukan AS di Irak dan Suriah sering diserang dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 7 Oktober, pasukan AS telah diserang lebih dari 160 kali oleh milisi yang didukung Iran, melukai sekitar 80 tentara, bahkan sebelum serangan hari Minggu di Menara 22, yang telah melukai sekitar 40 orang lainnya.
Gelombang kekerasan baru di Timur Tengah telah meletus sejak 7 Oktober ketika pejuang Islam Hamas Palestina menyerbu Israel dan membunuh 1.200 warga Israel dan menyandera 253 lainnya. Sebagai tanggapan, Israel melancarkan kampanye militer yang menyebabkan lebih dari 26.000 orang tewas dan menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah di Jalur Gaza yang berpenduduk padat.
(ahm)
Lihat Juga :