'Kebun Rudal' Kebanggan Iran Pernah Diterapkan AS Selama Perang Dingin

Selasa, 11 Agustus 2020 - 16:45 WIB
loading...
A A A
Militer AS mempertimbangkan sejumlah opsi pangkalan baru lainnya untuk MX. Pada akhirnya, Angkatan Udara AS menurunkan LGM-118A Peacekeeper dalam silo tradisional mulai tahun 1986. Karena berbagai faktor, layanan tersebut menghentikan rudal tersebut sepenuhnya pada tahun 2005.

Banyak faktor negatif yang membuat militer AS memutuskan untuk tidak menggunakan opsi parit, serta konsep silo alternatif tertentu lainnya, karena misil Peacekeeper masih berlaku untuk Iran 30 tahun kemudian. Mengubur peluncur dapat mempersulit pemeriksaan senjata dan menyervisnya, meningkatkan kemungkinan bahwa mereka mungkin tidak berfungsi dengan baik saat dibutuhkan.

Peluncur juga masih harus cukup dekat ke permukaan untuk dapat menembakkan rudal secara efektif, yang mungkin membatasi jumlah perlindungan sebenarnya yang mereka tawarkan. Ini adalah salah satu alasan mengapa proposal AS melibatkan peluncur seluler di parit panjang yang saling terhubung untuk membuat lawan sulit mengetahui dengan pasti di mana senjata sebenarnya pada satu waktu.

Bahkan pada 1980-an, ada juga kekhawatiran bahwa teknologi sensor, atau pencari senjata yang masuk, akan meningkat ke titik di mana rudal yang terkubur masih rentan. Satelit pencitraan berbasis ruang angkasa komersial diketahui mampu mendeteksi objek terkubur besar dan orang akan membayangkan bahwa kemampuan pemerintah AS dalam hal ini bahkan lebih maju.

Sulit untuk melihat bagaimana Iran dapat mengubur sejumlah besar peluncur rudal tanpa aktivitas konstruksi yang terlihat oleh satelit mata-mata Amerika. Tergantung di mana Iran dapat memposisikan " kebun rudal "-nya, mereka bisa berada dalam jangkauan kemampuan pencitraan yang terus meningkat dari pesawat berawak dan tak berawak.

Sifat terdistribusi dari bidang rudal yang terkubur ini masih dapat menghadirkan situasi penargetan yang kompleks bagi lawan yang mungkin berjuang untuk menetralkan banyak rudal dengan cepat dalam fase pembukaan konflik. Pada saat yang sama, setelah rudal ditembakkan, lokasi peluncuran bawah tanah akan terbuka sepenuhnya dan tidak ada kemungkinan untuk merelokasi peluncur itu sendiri dengan cepat, tidak seperti peluncur pengangkut seluler.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Israel Larang Wartawan...
Israel Larang Wartawan Rilis Video Rudal Iran Seliweran di Langit
Rekomendasi
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved