'Kebun Rudal' Kebanggan Iran Pernah Diterapkan AS Selama Perang Dingin

Selasa, 11 Agustus 2020 - 16:45 WIB
loading...
A A A
Perlu dicatat bahwa ide "kebun rudal" telah diterapkan di masa lalu di Iran, setidaknya menurut pengamat asing, diterapkan pada fasilitas bawah tanah Iran "James Bond-esque" untuk pembangunan, pemeliharaan, dan peluncuran rudal balistik jarak menengah dan jarak menengah yang lebih besar.

Konsep ini kadang-kadang disebut sebagai "kota rudal", fasilitas yang dibangun di pegunungan dan memiliki lubang di mana personel militer dapat menembakkan rudal dari dalam dengan aman. (Baca juga: Iran Tembakkan Rudal dari Bawah Tanah, Diklaim Pertama di Dunia )

Pada prinsipnya, mengubur peluncur rudal di medan yang lebih datar masuk akal dalam banyak hal. Pertama, ini membantu melindungi rudal di berbagai area, di mana terdapat penutup di atas permukaan tanah yang jauh lebih sedikit. Ini juga berarti bahwa senjata jarak pendek dapat diposisikan sebelumnya tanpa harus memindahkannya ke lokasi depan, dan berpotensi membuatnya diserang atau setidaknya memberi musuh peringatan dini, selama krisis.

Latihan militer Nabi Agung 14 juga menampilkan rudal balistik jarak pendek pada peluncur tradisional yang dipasang pada truk yang akan lebih rentan terhadap deteksi dan serangan musuh selama konflik yang sebenarnya.

Hanya dibutuhkan jumlah personel yang relatif terbatas untuk mengawasi sebagian besar "kebun rudal" semacam itu, dengan bungker komando terletak agak jauh dari lokasi peluncuran. Pada saat yang sama, ini akan semakin meningkatkan jumlah target yang harus ditemukan lawan dan kemudian menyerang untuk menetralkan ancaman.

Konsep ini akan menawarkan metode biaya yang jauh lebih rendah untuk mencapai semua ini dibandingkan dengan silo tradisional.

Militer AS secara aktif mempertimbangkan dan benar-benar bereksperimen dengan menjalankan konsep "kebun rudal" ini selama pengembangan ICBM MX, yang akhirnya menjadi misil LGM-118A Peacekeeper, selama tahun 1970-an dan 1980-an. Beberapa jenis parit yang terkubur, termasuk konsep di mana kendaraan peluncur berawak atau tak berawak akan bergerak secara teratur untuk membuat lawan lebih sulit untuk menargetkan rudal. Jika perintah serangan datang, peluncur akan menerobos bagian atas parit untuk menembakkan rudal mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
3 Alasan Kuwait dan...
3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Perceraian Abad Ini,...
Perceraian Abad Ini, Taipan Korsel Bayar Harta Gana-Gini Rp11,5 Triliun ke Mantan Istri
Rekomendasi
Polisi Tangkap 3 Pelaku...
Polisi Tangkap 3 Pelaku Bentrokan Berdarah di Jalan Tambak Menteng
69 TPU Jakarta Penuh,...
69 TPU Jakarta Penuh, Masyarakat Diimbau Rencanakan Pemakaman Sejak Dini
Situasi Terkini Klinik...
Situasi Terkini Klinik Mordent, Tempat Sutrimo Tewas Mengenaskan, Masih Dipasang Garis Polisi
Berita Terkini
Kolombia Gempar, Wanita...
Kolombia Gempar, Wanita Hamil 8 Bulan Dibunuh dan Si Bayi Diculik dari Rahimnya
Indonesia Cs Serukan...
Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved