Profil Frederik X, Raja Baru Denmark yang Aktif di Militer dan Pernah Ikut Olimpiade Internasional

Rabu, 17 Januari 2024 - 14:30 WIB
loading...
Profil Frederik X, Raja...
Raja Denmark Frederik X bersama Ratu Mary di Istana Christianborg, Denmark, 14 Januari 2024. Foto/AP
A A A
KOPENHAGEN - Frederik X secara resmi telah dinobatkan sebagai Raja Denmark yang baru menggantikan ibunya, Ratu Margrethe II pada 15 Januari 2024.

Penobatan itu terjadi setelah Ratu Margrethe II melepas kedudukannya secara sukarela setelah 52 tahun memimpin.

Denmark menganut sistem monarki konstitusional, artinya raja di sini berlaku sebagai kepala negara sementara kepala pemerintahan berada di tangan pemerintah dan parlemen terpilih.

Dalam penobatan Raja ini, sang Ratu Margrethe II yang telah berusia 83 tahun menjadi penguasa Denmark pertama yang menyerahkan kekuasaannya secara sukarela.

Dirinya juga menjadi salah satu pemimpin kerajaan Eropa terlama setelah Ratu Elizabeth II dari Inggris.

Profil Frederik X


Dilansir dari Britannica, Frederik X adalah anak pertama dari pasangan Raja Frederik IX dan Ratu Margrethe II. Dirinya dilahirkan di Kopenhagen pada 26 Mei 1968.

Frederik X sempat bersekolah di Krebs' School, sekolah swasta di Kopenhagen. Dia juga belajar sebentar di Ecole des Roches di Normandia, Prancis, sebelum lulus dari Oregaard Gymnasium di pinggiran kota Kopenhagen.

Setelah masa dinas militer, ia diterima sebagai mahasiswa di Universitas Aarhus, dan dari situ ia menerima gelar master dalam ilmu politik pada tahun 1995.

Selain itu, dirinya juga sempat menempuh pendidikan di Harvard University mengambil studi Ilmu Politik, Hubungan Internasional.

Usai lulus pada tahun 1993, dia sempat mengikuti pelatihan tiga bulan di misi PBB Denmark di New York.

Riwayat kariernya di kerajaan dimulai ketika Frederik mengikuti dinas militer di Resimen Penjaga Kehidupan Ratu tentara Denmark pada tahun 1986.

Dua tahun kemudian ia menjadi komandan peleton di Resimen Pengawal Hussar Kerajaan Denmark.

Pada tahun 1995, dia adalah salah satu dari empat rekrutan yang memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan pelatihan Korps Manusia Katak Angkatan Laut Kerajaan Denmark.

Dari proses pelatihan ini dia sempat mendapat julukan Pingo atau Pinguin.

Setelah bertugas di Angkatan Laut, Frederik melanjutkan pendidikan di sekolah penerbangan, hingga memenuhi syarat sebagai pilot Angkatan Udara, dan pada tahun 2000 memasuki pasukan angkatan udara.

Selama bertahun-tahun ia telah menerima serangkaian promosi di masing-masing dari tiga cabang militer tempatnya bertugas.

Hingga pada 1 Januari 2024, ia telah mencapai pangkat mayor jenderal di Angkatan Darat dan Udara, serta pangkat laksamana muda di Angkatan Laut.

Frederik juga mengabdi pada negaranya sebagai diplomat. Dari tahun 1998 hingga 1999 ia sempat menjabat sebagai sekretaris pertama kedutaan besar Denmark di Paris.

Selain aktif di militer dan pemerintahan, Frederik juga sempat mengikuti beberapa kegiatan olahraga seperti, lari marathon di Copenhagen, Paris, dan New York.

Dia juga ikut serta dalam ekspedisi kereta luncur anjing selama empat bulan dengan rute tempuh sepanjang 2.795 kilometer (1.737 mil) melintasi Greenland utara pada ajang Olimpiade Internasional tahun 2000.

Tidak hanya itu, Frederik juga berkomitmen melindungi lingkungan dari dampak buruk perubahan iklim.

Ketertarikannya terhadap masalah ini sebagian merupakan hasil dari pencerahan yang ia alami saat melakukan perjalanan ke Arktik pada tahun 2009.

Frederik diketahui telah menikah dengan wanita asal Australia, bernama Mary Elizabeth Donaldson pada bulan Mei 2004.

Dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai dua orang anak bernama Christian yang merupakan Putra Mahkota, dan Isabella.

Baca juga: AS Kembali Serang Houthi Yaman, Ketegangan di Laut Merah Makin Membara
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved