706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah

Kamis, 04 Juni 2026 - 14:10 WIB
loading...
706 Paus dan Lumba-lumba...
Sebanyak 706 paus dan lumba-lumba di bantai di dekat Kepulauan Faroe, Denmark, dalam tradisi tahunan. Meski dikecam para aktivis lingkungan, tradisi pembantaian ini rutin dilakukan saban tahun. Foto/Sea Shepherd
A A A
TORSHAVN - Lebih dari 700 paus dan lumba-lumba dibantai di dekat Kepulauan Faroe selama tradisi tahunan yang disebut "grindadrap" atau "grind". Pembantaian massal satwa ini membuat laut menjadi perairan darah berwarna merah tua.

Penduduk setempat menggunakan kail dan pisau untuk menggiring dan membawa lumba-lumba sisi putih Atlantik dan paus pilot sirip panjang ke teluk dangkal.

Baca Juga: Horor, Faroe Islands Digenangi Darah saat 180 Paus Dibantai

Para penonton, termasuk anak-anak, menyaksikan dari garis pantai saat hewan-hewan itu dibantai secara mengerikan dan tubuh mereka dibelah. Setelah itu, bangkai-bangkai itu ditumpuk bersama, diangkut, dan dipotong-potong untuk didistribusikan.

Menurut Sea Shepherd, sebuah LSM aktivis lingkungan global, pembantaian massal ini terjadi dalam tiga perburuan pada hari Rabu, 27 Mei 2026, hanya 200 mil di utara Skotlandia.

Sebanyak 402 paus pilot dan empat lumba-lumba hidung botol dibunuh di Torshavn, 168 lumba-lumba sisi putih dibunuh di Skalabotnur, dan 132 lumba-lumba sisi putih dibunuh di Hvalvik, sehingga totalnya menjadi 706.

Laporan menunjukkan bahwa para pemburu membutuhkan waktu lama untuk membunuh hewan-hewan tersebut, yang memperpanjang periode penderitaan dan kesakitan hewan-hewan yang terdampar itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Denmark Rogoh Rp757...
Denmark Rogoh Rp757 Miliar untuk Beli Rudal AS, Agar Greenland Tak Dicaplok Trump
PM Denmark: Trump Masih...
PM Denmark: Trump Masih Ngotot Ingin Caplok Greenland
Siapa Suku Inuit? Penduduk...
Siapa Suku Inuit? Penduduk Asli Greenland yang Suka Berburu Paus
Mengapa Tidak Ada Bukti...
Mengapa Tidak Ada Bukti Greenland Menghadapi Ancaman Asing?
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Sah! Berikut Jajaran...
Sah! Berikut Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia Periode 2026-2030
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Berita Terkini
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved