Pentagon Ungkap Menhan AS Jalani Operasi Kanker Prostat

Rabu, 10 Januari 2024 - 09:17 WIB
loading...
Pentagon Ungkap Menhan...
Menhan AS Llyod Austin merahasiakan saat dia dirawat di rumah sakit. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin menderita komplikasi setelah menjalani operasi untuk mengobati diagnosis kanker prostat pada bulan Desember.

Infeksi tersebut menyebabkan Austin dirawat di rumah sakit pada tanggal 1 Januari dan kemudian ke unit perawatan intensif.

"Presiden Joe Biden baru mengetahui tentang diagnosis kanker prostat pada hari Selasa (9/1/2024)," demikian pernyataan Gedung Putih, dilansir BBC.

Austin, 70, mendapat kritik setelah diketahui bahwa pejabat senior tidak mengetahui kunjungannya ke rumah sakit selama tiga hari.

Dia kemudian meminta maaf karena tidak "memastikan masyarakat mendapat informasi yang tepat".

Menteri Pertahanan berada tepat di bawah presiden dalam rantai komando militer AS, dan merupakan salah satu anggota terpenting dalam Kabinet presiden. Kelambatan dalam memberi tahu Gedung Putih menimbulkan potensi kekhawatiran keamanan nasional dan masalah transparansi dalam pemerintahan Biden.

Baca Juga: Kepuasan Masyarakat AS terhadap Demokrasi Mencapai Rekor Terendah, Kenapa?

Pentagon mengonfirmasi bahwa Austin masih dirawat di rumah sakit pada hari Selasa. Seorang juru bicara tidak memberikan informasi terkini kapan dia akan diberhentikan.

"Sekretaris Austin terus pulih dengan baik dan tetap dalam semangat yang baik. Dia berhubungan dengan staf seniornya dan memiliki akses penuh terhadap kemampuan komunikasi aman yang diperlukan dan terus memantau operasi Departemen Pertahanan sehari-hari di seluruh dunia," kata juru bicara itu kepada wartawan.

Pada konferensi pers pada Selasa, Gedung Putih menghadapi pertanyaan berulang kali dari jurnalis tentang penanganan rawat inap Menteri Austin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
Houthi Blokade Pelabuhan...
Houthi Blokade Pelabuhan Saudi, Ini Respons Keras Riyadh
Rekomendasi
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved