Sejarah Konflik Rohingya, Lengkap dengan Penyebabnya Sangat Dibenci di Myanmar
Sabtu, 09 Desember 2023 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
Salah penyebabnya adalah semakin gencarnya kebijakan Burmanisasi yang dilakukan dengan menerapkan program model village yaitu suatu perumahan yang dibangun khusus untuk orang-orang beragama Buddha seperti Buddha Rakhine dan orang Buddha dari etnis Burma.
Mereka didatangkan secara massal dan kemudian dibekali kebutuhan hidup berupa pasokan bahan pangan dan diberikan rumah yang layak huni oleh pemerintah Myanmar.
Pemerintah Myanmar bahkan menyita tanah warga Rohingya secara paksa untuk membangun model village ini, mereka kemudian menempatkan etnis Rakhine dan orang-orang Buddha di daerah-daerah mayoritas Muslim Rohingya.
Pada pada bulan Juni-Agustus tahun 2012, pemberitaan media internasional mulai memberitakan fakta-fakta tentang adanya konflik Rohingya.
Hal tersebut rupanya memancing kemarahan dari etnis Rakhine yang kemudian berakhir pada konflik yang tidak terhenti. Konflik ini memuncak pada juli 2012.
Puncak dari konflik ini ditandai dengan adanya pembakaran besar-besaran terhadap perumahan yang dihuni oleh etnis Rohingya serta penyerangan yang dilakukan oleh kedua belah etnis.
Bahkan tentara dan polisi Myanmar diduga ikut memprovokasi kedua etnis dan turut menyerang perkampungan Rohingnya. Banyak pihak yang mengecam konflik tersebut, hal ini dikarenakan Myanmar pada saat itu sedang mengalami proses demokrasi.
Mereka didatangkan secara massal dan kemudian dibekali kebutuhan hidup berupa pasokan bahan pangan dan diberikan rumah yang layak huni oleh pemerintah Myanmar.
Pemerintah Myanmar bahkan menyita tanah warga Rohingya secara paksa untuk membangun model village ini, mereka kemudian menempatkan etnis Rakhine dan orang-orang Buddha di daerah-daerah mayoritas Muslim Rohingya.
Pada pada bulan Juni-Agustus tahun 2012, pemberitaan media internasional mulai memberitakan fakta-fakta tentang adanya konflik Rohingya.
Hal tersebut rupanya memancing kemarahan dari etnis Rakhine yang kemudian berakhir pada konflik yang tidak terhenti. Konflik ini memuncak pada juli 2012.
Puncak dari konflik ini ditandai dengan adanya pembakaran besar-besaran terhadap perumahan yang dihuni oleh etnis Rohingya serta penyerangan yang dilakukan oleh kedua belah etnis.
Bahkan tentara dan polisi Myanmar diduga ikut memprovokasi kedua etnis dan turut menyerang perkampungan Rohingnya. Banyak pihak yang mengecam konflik tersebut, hal ini dikarenakan Myanmar pada saat itu sedang mengalami proses demokrasi.
(mas)
Lihat Juga :