Pemukim Ekstrimis Israel Bakal Dilarang Injakan Kaki di Belgia

Jum'at, 08 Desember 2023 - 20:35 WIB
loading...
Pemukim Ekstrimis Israel...
Belgia bakal larang pemukim ekstrimis Yahudi masuk ke negaranya. Foto/Ilustrasi
A A A
BRUSSELS - Perdana Menteri Belgia Alexander de Croo pada hari Rabu mengatakan Brussels akan melarang pemukim ekstremis Israel masuk ke negaranya.

De Croo menekankan bahwa kekerasan terhadap warga sipil akan mempunyai konsekuensi. Ini mengacu pada nasib warga Palestina di Tepi Barat yang menjadi sasaran serangan, pelecehan dan bentuk kebrutalan lainnya secara rutin di wilayah pendudukan.

Perdana Menteri Belgia membuat deklarasi tersebut saat berpidato di Universitas Ghent, dan mengatakan keputusan untuk melarang pemukim memasuki negara tersebut terjadi ketika Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan memberlakukan larangan perjalanan terhadap individu yang dituduh mengambil bagian dalam kekerasan di Tepi Barat.

Baca Juga: AS Terapkan Larangan Visa pada Pemukim Brutal Israel di Tepi Barat

“Kami akan bekerja sama dengan Amerika Serikat mengenai tindakan sanksi ini, dan kami akan mendorong Uni Eropa untuk mengikutinya,” terangnya seperti dikutip dari The New Arab, Jumat (8/12/2023).

Tindakan yang memberikan sanksi kepada pemukim Israel adalah yang pertama dilakukan oleh Washington, meskipun para kritikus mengatakan bahwa keputusan tersebut sedikit terlambat dan tidak cukup mengingat tingkat kekerasan di Tepi Barat tahun ini.

Menurut Majalah Time, warga negara ganda Israel-Amerika tidak akan terkena dampak larangan perjalanan.

Sanksi terhadap pemukim terjadi ketika Tepi Barat menyaksikan peningkatan tajam dalam serangan tentara Israel dan kekerasan terhadap pemukim sejak dimulainya serangan brutal militer Tel Aviv di Jalur Gaza pada 7 Oktober.

Lebih dari 250 warga Palestina telah terbunuh di wilayah pendudukan dalam dua bulan terakhir, sementara serangan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 16.000 warga Palestina sejak pecahnya perang.

Baca Juga: Prancis Ajak UE Beri Sanksi kepada Pemukim Israel yang Menyerang Warga Tepi Barat

Ribuan orang juga dikhawatirkan terjebak di bawah reruntuhan, di tengah kekhawatiran akan penyebaran penyakit yang dapat meningkatkan jumlah korban jiwa di wilayah yang dilanda perang tersebut.

Dalam pidatonya, De Croo juga menekankan tuntutan Brussel agar Israel menahan diri di Jalur Gaza, menghormati hukum kemanusiaan internasional, serta akses kemanusiaan tanpa hambatan.

Pada bulan November, De Croo menyarankan agar Uni Eropa mempertimbangkan untuk melarang pemukim ekstremis yang menyerukan kekerasan terhadap warga Palestina memasuki benua Eropa.

Perdana Menteri Belgia itu mencap kurangnya tindakan terhadap pemukim tersebut sebagai hal yang “tidak dapat diterima.”

Bulan lalu, De Croo juga mengutuk pemboman Israel terhadap beberapa kamp pengungsi di Jalur Gaza, serta menyebutnya tidak lagi proporsional dan “jembatan yang terlalu jauh”.

Meskipun ada kritik terhadap kekerasan Israel di Gaza dan Tepi Barat, Belgia telah menyatakan dukungannya terhadap “hak untuk mempertahankan diri” Israel.

Baca Juga: Pemukim Israel Gencarkan Pembersihan Etnis Palestina di Tepi Barat saat Genosida Gaza

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
2 Gempa Dahsyat M7,2...
2 Gempa Dahsyat M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, Banyak Bangunan Ambruk
Rekomendasi
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Sering Dibully karena...
Sering Dibully karena Kondisi Fisiknya, Debi Ceper Mengaku Tak Pernah Sakit Hati
Mengapa Umat Islam Dianjurkan...
Mengapa Umat Islam Dianjurkan Berpuasa di Hari Asyura? Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved