Bagaimana Memantau Peningkatan Korban Tewas Kekejaman Israel di Jalur Gaza? Ini Penjelasannya

Kamis, 07 Desember 2023 - 15:23 WIB
loading...
Bagaimana Memantau Peningkatan...
Jumlah korban tewas kekejaman serangan Israel di Jalur Gaza diprediksi akan terus bertambah. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pasukan Israel melancarkan serangan udara dan darat yang kejam di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas yang dilakukan kelompok Hamas pada 7 Oktober lalu.

Menurut angka yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Gaza, sejak saat itu, setidaknya 16.015 warga Palestina di Jalur Gaza telah dibunuh oleh Israel.

Jumlah korban tewas diprediksi akan terus bertambah mengingat tidak ada tanda-tanda Israel akan menghentikan serangan.

Dengan hancurnya infrastruktur dasar, layanan telepon dan internet yang sering terganggu, dan sejumlah ahli statistik kesehatan terbunuh atau hilang, terdapat kekhawatiran yang semakin besar bahwa otoritas kesehatan Gaza tidak akan dapat terus menghitung jumlah korban secara akurat.

Lalu bagaimana para petugas penyelamat atau kesehatan menghitung jumlah para korban tewas di tengah serangan Israel? Berikut penjelasannya seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (7/12/2023).

Bagaimana Jumlah Korban Jiwa Dihimpun Sejauh Ini?

Bagaimana Memantau Peningkatan Korban Tewas Kekejaman Israel di Jalur Gaza? Ini Penjelasannya

Foto: Ilustrasi

Dalam enam minggu pertama perang, kamar mayat rumah sakit di seluruh Jalur Gaza mengirimkan data tersebut ke pusat pengumpulan utama kementerian kesehatan di Rumah Sakit Al Shifa. Para pejabat menggunakan lembar Excel untuk mencatat nama, usia dan nomor kartu identitas orang yang meninggal dan mengirimkannya ke Kementerian Kesehatan Palestina di Ramallah, bagian dari Otoritas Palestina (PA) yang menjalankan pemerintahan mandiri terbatas di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Namun Omar Hussein Ali, direktur pusat operasi darurat Kementerian Ramallah, mengatakan bahwa dari empat pejabat yang mengelola pusat data di RS Al Shifa, satu orang tewas dalam serangan udara yang menghantam rumah sakit sementara tiga lainnya hilang ketika pasukan Israel merebut tempat yang mereka klaim sebagai tempat persembunyian Hamas.

“Pencatatan korban yang diperlukan untuk memahami apa yang terjadi kini semakin sulit. Infrastruktur informasi, sistem kesehatan yang ada, dihancurkan secara sistematis,” kata Hamit Dardagan dari Iraq Body Count, yang dibentuk selama invasi dan pendudukan pimpinan AS di Irak.

Organisasi ini juga berusaha melacak korban di Gaza, menggunakan data Kementerian Kesehatan dan memantau media sosial serta laporan kematian di media lainnya.

Sejak gencatan senjata selama satu minggu gagal diperpanjang pada tanggal 1 Desember lalu, informasi mengenai jumlah korban yang biasanya diberikan setiap hari menjadi tidak teratur. Pembaruan terakhir dari Kementerian Kesehatan Gaza datang pada hari Senin dari juru bicara Ashraf Al-Qidra, sehingga jumlah korban tewas menjadi 15.899.

Dia tidak mengadakan konferensi pers regulernya pada hari Selasa. Dia tidak mengeluarkan pernyataan selama sekitar 48 jam, hingga Rabu malam, ketika dia mengirim pesan WhatsApp kepada wartawan yang tidak menyertakan laporan korban harian namun mengatakan Rumah Sakit Al-Ahli al-Arabi di Kota Gaza kewalahan dengan banyaknya korban dan yang terluka kehabisan darah sampai mati.

Reuters tidak dapat segera memverifikasi laporan tersebut.

Hanya dua laporan kementerian yang menambah jumlah korban tewas yang telah dikeluarkan, berdasarkan jumlah jenazah yang dibawa ke dua rumah sakit – 43 pada hari Selasa, 73 pada hari Rabu. Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Kaila pada hari Selasa mengatakan bahwa layanan kesehatan di Gaza berada dalam kondisi “bencana”, dengan lebih dari 250 staf tewas dan setidaknya 30 orang ditangkap oleh pasukan Israel.

Apakah Jumlah Korban yang Dipublikasikan Komprehensif?

Bagaimana Memantau Peningkatan Korban Tewas Kekejaman Israel di Jalur Gaza? Ini Penjelasannya

Foto: Ilustrasi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Kebakaran Bar Bangkok...
Kebakaran Bar Bangkok Tewaskan 27 Orang, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Ngeri! Jendela Pesawat...
Ngeri! Jendela Pesawat Lepas, Lansia Nyaris Tersedot Keluar saat Penerbangan dari Yunani
Rekomendasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 23 Selasa: Erika Sengaja Datang ke Klinik Bukan untuk Berobat
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
TikTok Tingkatkan Transparansi...
TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
Berita Terkini
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved