Air India Express Terbelah Dua, Penumpang Menjerit dan Berjatuhan dari Kursi

Sabtu, 08 Agustus 2020 - 10:04 WIB
loading...
Air India Express Terbelah...
Penerbangan Air India Express pemembawa 191 orang terbelah dua setelah tergelincir saat mendarat di bandara Kozhikode Kerala, India, Jumat (7/8/2020) malam. Foto/Gulf News
A A A
NEW DELHI - Penerbangan Air India Express pemembawa 191 orang jatuh ke lembah dan terbelah dua setelah tergelincir saat mendarat di bandara Kozhikode Kerala. Sebanyak 17 orang, termasuk pilot dan co-pilot, meninggal dan 173 lainnya terluka.

Pesawat terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab dan mendarat di bandara Kozhikode Kerala, India. Insiden ini terjadi pada Jumat (7/8/2020) malam waktu India dalam kondisi hujan lebat di bandara.

Para korban selamat menceritakan menit-menit terakhir yang mengerikan sebelum pesawat itu jatuh di Kozhikode.

"Ada suara keras dan kami naik lagi," kata Shahina, ibu empat anak yang selamat dari kecelakaan pesawat Air India Express kepada Gulf News melalui telepon, yang dilansir Sabtu (8/8/2020). (Baca: Korban Tewas Pesawat Air India Jadi 17, Termasuk Pilot dan Co Pilot )

Shahina dan anak-anaknya Ziyan, 14, Zeya, 10 dan si kembar berusia tujuh tahun Zain dan Zamil, yang kembali ke India setelah mengunjungi suaminya Anshad di Sharjah, secara ajaib lolos dari kecelakaan maut itu. Mereka menderita luka ringan.

Berbicara singkat melalui telepon dari Aster MIMS Hospital di Kozhikode, Shahina menceritakan momen-momen mengerikan dari kecelakaan pesawat Vande Bharat Mission, misi pemerintah untuk memulangkan para warga India yang telantar di luar negeri karena pandemi Covid-19.

Menurut Shahina, semuanya normal sampai penerbangan mulai turun. “Tiba-tiba terdengar suara keras dan kami naik lagi,” kata Shahina.

Dia mengatakan para penumpang menangis dan menjerit. Ketika penerbangan tersentak, kata dia, para penumpang berjatuhan dari kursinya.

“Kami semua memakai APD (alat pelindung diri dari Covid-19) dan memakai sabuk pengaman. Tapi kursinya terbalik dan kebanyakan dari kami jatuh dari kursinya," ujarnya.

Dia tidak bisa mengingat apa yang sebenarnya terjadi berikutnya. "Saya hanya mencari anak-anak saya. Mereka semua ada di dekat saya. Tapi mereka telah jatuh ke bawah kursi," imbuh dia.

Shahina menderita luka di kepala dan kakinya. Dia mengatakan tim penyelamat menariknya dan anak-anaknya keluar dan mereka awalnya dilarikan ke dua rumah sakit yang berbeda. (Baca juga: Pesawat Air India Expres Terbelah Dua Saat Mendarat, 14 Tewas )

“Saya kehilangan ponsel, paspor, dan segalanya. Saya tidak dapat menelepon siapa pun. Saya mendengar seseorang datang dari rumah saya," paparnya.

Ketika Gulf News menawarkan untuk memberi tahu suami dan ayahnya tentang dia, dia meminta untuk tidak menelepon ayahnya."Karena dia (ayah Shahina) adalah pasien jantung," ujarnya.

Laporan media lokal mengatakan pesawat itu melampaui landasan, jatuh ke lembah dan terbelah menjadi dua bagian.

Menteri Penerbangan Sipil India Hardeep Singh Puri mengatakan kepada penyiar DD News; "Kapten (pilot) tidak dapat mendarat untuk pertama kali karena kondisi cuaca dan telah berbalik dan mencoba mendekati bandara dari arah lain."

Kelompok relawan Donor Darah India telah mengeluarkan permohonan mendesak bagi orang-orang untuk maju mendonorkan darah di dua rumah sakit di kota Kozhikode.

Menteri Dalam Negeri India Amit Shah menulis di media sosial bahwa dia tertekan oleh insiden di Kozhikode, dan telah mengarahkan Pasukan Tanggap Bencana Nasional untuk membantu upaya penyelamatan.

Perdana Menteri Narendra Modi juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka, berharap mereka yang terluka segera pulih.

Air India Express membuat saluran bantuan untuk kerabat penumpang dan awak dan mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi bahwa 10 bayi termasuk di antara mereka yang diangkut di pesawat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved