Tuai Kecaman, AS Malah Puji Cara Israel 'Evakuasi' Warga Palestina di Jalur Gaza

Selasa, 05 Desember 2023 - 17:06 WIB
loading...
Tuai Kecaman, AS Malah...
Perintah Israel yang memerintahkan penduduk Jalur Gaza untuk mengungsi dipandang sebagai bentuk pelanggaran HAM. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Israel mengintensifkan serangan baru ke Jalur Gaza setelah gencatan senjata selama seminggu dengan Hamas berakhir. Israel menyerang sejumlah sasaran di Jalur Gaza selatan sejak Jumat pekan lalu, menimbulkan kekhawatiran baru mengenai korban sipil.

Beberapa minggu setelah Israel mengerahkan pasukan darat di bagian utara Jalur Gaza, tentara Israel telah menyebarkan selebaran di bagian selatan, yang meminta warga Palestina untuk melarikan diri ke daerah lain.

Israel telah memerintahkan 1,1 juta penduduk di bagian utara wilayah Jalur Gaza untuk pindah menuju ke selatan pada bulan lalu untuk menghindari kematian.

Baca Juga: Moralitas AS yang Terus Membela Israel Patut Dipertanyakan!

Perintah evakuasi tersebut dianggap sebagai kejahatan perang oleh para ahli hak asasi manusia PBB, dan tidak ada tempat tersisa bagi mereka untuk masuk ke dalam wilayah kantong tersebut.

Namun aksi Israel tersebut justru menuai pujian dari sekutu kentalnya, Amerika Serikat (AS), yang telah mengintensifkan seruan untuk melindungi warga sipil Jalur Gaza.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, menyuarakan pujian atas taktik Israel ketika kampanye negara Zionis itu meluas ke wilayah selatan Jalur Gaza.

“Kami telah melihat permintaan evakuasi yang lebih tepat sasaran” dibandingkan kampanye sebelumnya di wilayah utara, katanya.

“Jadi ini merupakan perbaikan dari apa yang terjadi sebelumnya,” imbuhnya seperti dikutip dari Al Arabiya, Selasa (5/12/2023).

Israel mengatakan bahwa mereka tidak berusaha memaksa warga sipil Palestina untuk meninggalkan rumah mereka secara permanen.

Untuk diketahui, setiap usulan mengenai pengusiran warga Palestina sangat kontroversial di dunia Arab karena perang yang berujung pada berdirinya negara Israel 75 tahun lalu telah memicu eksodus atau pengungsian paksa 760.000 warga Palestina.

Baca Juga: Gara-gara Gempur Gaza, Keselamatan Warga Israel di 80 Negara Semakin Terancam

“Kami telah meminta warga sipil untuk mengevakuasi medan perang dan kami telah menyediakan zona kemanusiaan di Jalur Gaza,” kata juru bicara militer Jonathan Conricus, merujuk pada wilayah pesisir kecil di wilayah tersebut yang bernama Al-Mawasi.

Gedung Putih sebelumnya mengakui banyak warga sipil yang menjadi korban serangan membabi buta Israel.

“Terlalu banyak warga sipil tak bersalah yang tewas di Gaza,” kata Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan.

Dia mengatakan AS mengharapkan Israel untuk menghindari serangan terhadap daerah-daerah yang telah diidentifikasi oleh pemerintah Israel sebagai zona “dilarang menyerang” di Gaza.

"Mereka juga mengindikasikan bahwa ada wilayah di mana akan ada zona 'dilarang menyerang'. Dan di zona tersebut, kami mengharapkan Israel untuk tidak melakukan serangan," kata Sullivan.

Israel telah berjanji untuk menghancurkan Hamas sebagai pembalasan atas serangan kelompok militan tersebut pada tanggal 7 Oktober yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut pihak berwenang Israel, serangan itu menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyebabkan sekitar 240 sandera.

Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengatakan hampir 15.900 orang telah tewas di wilayah tersebut, sekitar 70 persen di antaranya adalah wanita dan anak-anak, selama pemboman udara, artileri, dan angkatan laut Israel yang tiada henti bersamaan dengan kampanye daratnya.

Baca Juga: Hamas Sangkal Memerkosa saat Serangan 7 Oktober: Itu Kampanye Israel Jelek-jelekkan Perlawanan Palestina

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Rusia Ngamuk Bombardir...
Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka
Rekomendasi
Lisa Mariana Diduga...
Lisa Mariana Diduga Tipu Klien Endorsement, Korban Mengaku Rugi Ratusan Juta
EMAS Tembus Bursa Hong...
EMAS Tembus Bursa Hong Kong, Analis: Jadi Booster Citra Investasi Indonesia
ICDX dan Bursa Komoditas...
ICDX dan Bursa Komoditas Belarus Jalin Kerja Sama Perdagangan Internasional
Berita Terkini
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved