Tank-tank Israel Dilaporkan Masuki Selatan Jalur Gaza

Selasa, 05 Desember 2023 - 15:14 WIB
loading...
Tank-tank Israel Dilaporkan...
Tank-tank Israel dilaporkan telah memasuki wilayah selatan Jalur Gaza. Foto/Ilustrasi
A A A
JALUR GAZA - Tentara Israel pada Senin waktu setempat mengirim puluhan tank ke Jalur Gaza selatan sebagai bagian dari perluasan tindakan terhadap Hamas . Ini dilakukan di tengah kekhawatiran global atas meningkatnya kematian warga sipil, dan ketika komunikasi terputus di wilayah yang terkepung.

Beberapa minggu setelah Israel mengerahkan pasukan darat di bagian utara Jalur Gaza, tentara Israel telah menyebarkan selebaran di bagian selatan, yang meminta warga Palestina untuk melarikan diri ke daerah lain.

Para saksi mata mengatakan kepada AFP tank, pengangkut personel lapis baja, dan buldoser terlihat pada Senin di dekat kota Khan Yunis di Gaza selatan, yang dipenuhi pengungsi Palestina.

Di pintu masuk rumah sakit Nasser di kota yang ramai, ambulans dan mobil pribadi mengantarkan para penyintas yang dalam keadaan linglung, berlumuran darah, dan tertutup debu.

Seorang warga Palestina, Amin Abu Hawli (59) mengatakan kendaraan Israel berada dua kilometer di dalam Gaza di desa Al-Qarara, sementara Moaz Mohammed (34) mengatakan tank Israel bergerak di jalan raya utama utara-selatan di jalur tersebut.

"Militer (Israel) berusaha memotong jalan antara Deir al-Balah di Gaza tengah dan Khan Yunis, menembakkan peluru dan tank ke arah mobil dan orang-orang yang mencoba melewati daerah tersebut,” kata Mohammed seperti dikutip dari Al Arabiya, Selasa (5/12/2023).

Baca Juga: Turki Ancam Israel jika Membunuh Pemimpin Hamas di Luar Negeri

Tentara Israel mengatakan mereka mengambil tindakan agresif terhadap Hamas dan organisasi teroris lainnya di Khan Yunis, memperingatkan bahwa jalan utama di utara dan timur kota merupakan medan perang.

Walaa Abu Libda menemukan tempat berlindung di rumah sakit Al-Aqsa Deir al-Balah tetapi mengatakan putrinya yang berusia empat tahun masih terjebak di bawah reruntuhan.

“Saya tidak tahu apakah dia hidup atau mati,” kata Libda, salah satu dari sekitar 1,8 juta orang yang mengungsi di Gaza – sekitar tiga perempat dari populasi, menurut angka PBB.

Berharap untuk melarikan diri dari pemboman, warga Palestina yang lain terus bergerak lebih jauh ke selatan, barang-barang mereka ditumpuk di gerobak keledai, kendaraan rusak dan bahkan unta, namun serangan udara Israel terus mengikuti mereka hingga ke perbatasan selatan.

“Masyarakat meminta nasihat mengenai di mana mencari keselamatan,” Thomas White, Direktur Gaza Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di media sosial.

“Tidak ada yang perlu kami sampaikan kepada mereka,” imbuhnya.

Baca Juga: Hamas di Lebanon Minta Generasi Muda Palestina Jadi Pejuang Operasi Badai Al-Aqsa

Israel telah berjanji untuk menghancurkan Hamas sebagai pembalasan atas serangan kelompok militan tersebut pada tanggal 7 Oktober yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut pihak berwenang Israel serangan itu menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyebabkan sekitar 240 sandera.

Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengatakan hampir 15.900 orang telah tewas di wilayah tersebut, sekitar 70 persen di antaranya adalah wanita dan anak-anak, selama pemboman udara, artileri, dan angkatan laut Israel yang tiada henti bersamaan dengan kampanye daratnya.

Jumlah korban tersebut telah memicu kekhawatiran global dan demonstrasi massal.

The Elders, sekelompok pemimpin global, menuduh Israel melakukan tindakan yang “tidak proporsional” dan meminta pemerintah yang memberikan bantuan militer kepada Israel untuk memikirkan kembali pendekatan mereka.

Kelompok tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pembalasan Israel telah mencapai tingkat ketidakmanusiawian terhadap warga Palestina di Gaza yang tidak dapat ditoleransi.

“Lebih banyak pembunuhan bukanlah jawabannya. Negosiasi adalah cara untuk mengakhiri konflik ini,” kata mereka.

Baca Juga: Roket Hamas Menghantam Pangkalan Senjata Nuklir Israel

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Sidang PK Nikita Mirzani...
Sidang PK Nikita Mirzani Ditunda hingga 1 Juli 2026, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Berita Terkini
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved