Hamas di Lebanon Minta Generasi Muda Palestina Jadi Pejuang Operasi Badai Al-Aqsa
Selasa, 05 Desember 2023 - 00:47 WIB
loading...
Hamas menyerukan generasi muda ikut bergabung dalam pejuang Operasi Badai Al-Aqsa. Foto/Reuters
A
A
A
GAZA - Hamas di Lebanon telah mengeluarkan pernyataan yang menyerukan generasi muda Palestina untuk mendaftar dan bergabung dalam pembentukan “barisan depan Operasi Badai Al-Aqsa”, yang mengacu pada serangan 7 Oktober.
"Pejuang Operasi Badai Al-Aqsa kelanjutan dari apa yang mereka klaim telah “dicapai” dalam serangan tersebut, dan kemenangan bagi rakyat Palestina," demikian keterangan Hamas di Lebanon, dilansir BBC.
Hamas telah dilarang sebagai organisasi teroris oleh Inggris, Amerika dan Uni Eropa. Kelompok ini menewaskan 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, ketika menyerang Israel selatan pada tanggal 7 Oktober dan menyandera 240 orang – beberapa di antaranya telah dibebaskan.
Sebelumnya pada pertengahan Oktober lalu, Wall Street Journal melaporkan Hamas menyerukan “mobilisasi umum” di seluruh wilayah untuk mendukung warga Palestina, khususnya mendesak kaum muda di Tepi Barat yang diduduki Israel, yang sebagian diperintah oleh Otoritas Palestina, untuk menghadapi tentara Israel.
Hal ini membuka pintu bagi protes dan kemungkinan bentrokan ketika kelompok Islam yang menguasai Jalur Gaza berupaya memperluas konflik.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza, yang dijalankan oleh Hamas, mengumumkan bahwa 15.899 orang telah tewas di sana sejak Israel memulai kampanye militernya sebagai pembalasan atas serangan 7 Oktober.
Baca Juga: 9 Target Serangan Brigade Al-Qassam dengan Fokus Melumpuhkan Tentara Israel
"Pejuang Operasi Badai Al-Aqsa kelanjutan dari apa yang mereka klaim telah “dicapai” dalam serangan tersebut, dan kemenangan bagi rakyat Palestina," demikian keterangan Hamas di Lebanon, dilansir BBC.
Hamas telah dilarang sebagai organisasi teroris oleh Inggris, Amerika dan Uni Eropa. Kelompok ini menewaskan 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, ketika menyerang Israel selatan pada tanggal 7 Oktober dan menyandera 240 orang – beberapa di antaranya telah dibebaskan.
Sebelumnya pada pertengahan Oktober lalu, Wall Street Journal melaporkan Hamas menyerukan “mobilisasi umum” di seluruh wilayah untuk mendukung warga Palestina, khususnya mendesak kaum muda di Tepi Barat yang diduduki Israel, yang sebagian diperintah oleh Otoritas Palestina, untuk menghadapi tentara Israel.
Hal ini membuka pintu bagi protes dan kemungkinan bentrokan ketika kelompok Islam yang menguasai Jalur Gaza berupaya memperluas konflik.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza, yang dijalankan oleh Hamas, mengumumkan bahwa 15.899 orang telah tewas di sana sejak Israel memulai kampanye militernya sebagai pembalasan atas serangan 7 Oktober.
Baca Juga: 9 Target Serangan Brigade Al-Qassam dengan Fokus Melumpuhkan Tentara Israel
Lihat Juga :