4 Pemicu Kekuasaan Junta Myanmar Terancam, dari Serangan Pemberontak dan Melemahnya Kekuatan Militer

Selasa, 21 November 2023 - 10:34 WIB
loading...
A A A
Operasi tersebut mendapat dukungan dari seluruh Myanmar dan diawasi secara ketat di media sosial, menantang narasi militer tentang ketidakberdayaannya. Junta yang tertutup tidak punya pilihan selain mengakui bahwa mereka sedang diuji, dengan adanya pengakuan dari presiden yang ditunjuk bahwa negara tersebut berisiko pecah.

4. Junta Terancam Kehilangan Wilayah yang Diduduki Pemberontak

Dengan reputasinya yang dipertaruhkan, junta kemungkinan besar tidak akan mudah menyerah dan akan menghadapi risiko efek domino berupa tantangan terhadap otoritasnya di lebih banyak wilayah di negara yang pemerintahannya sangat tidak populer.

Militer mempunyai daya tembak dan sumber daya yang unggul, termasuk aset udara dan artileri, dan mungkin akan mencoba melakukan tindakan tegas untuk menumpas pemberontakan.

Keputusan besar bagi militer adalah penempatan asetnya dan melakukan serangan udara. Pasukan keamanan sudah terbebani oleh oposisi bersenjata yang luas dan respon yang kuat di satu front dapat mengekspos pihak militer di tempat lain.

Pertempuran yang berkepanjangan akan menguji daya tahan dan persenjataan. Skenario yang mungkin terjadi adalah junta akan kehilangan kendali atas beberapa wilayah perbatasan, meskipun tetap berkuasa secara terpusat. Hal ini akan menguntungkan negara tetangganya, India, Thailand, dan Tiongkok, yang khawatir akan ketidakstabilan dan prospek krisis pengungsi.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Duh, AS-Iran Saling...
Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Komitmen Nol Emisi FIFA...
Komitmen Nol Emisi FIFA Tercoreng Jet Pribadi Infantino di Piala Dunia 2026
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Berita Terkini
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved