Lima Negara Minta ICC Investigasi Kejahatan Perang Israel di Gaza

Sabtu, 18 November 2023 - 09:24 WIB
loading...
Lima Negara Minta ICC...
Lima negara minta ICC investigasi kejahayan perang Israel di Jalur Gaza. Foto/Ilustrasi
A A A
DEN HAAG - Lima negara, termasuk Afrika Selatan dan Bangladesh , menyerukan Pengadilan Pidana Internasional (ICC) melakukan penyelidikan terhadap pemboman tanpa pandang bulu yang dilakukan Israel di Jalur Gaza . Aksi biadab Israel telah menyebabkan lebih dari 12.000 orang, di antaranya lebih dari 5.000 anak-anak tewas.

Kepala jaksa ICC Karim Khan mengatakan Afrika Selatan, Bangladesh, Bolivia, Komoro dan Djibouti – semuanya anggota ICC – telah mengupayakan penyelidikan atas situasi di negara Palestina.

Khan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penyelidikan atas peristiwa di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki yang dimulai pada Maret 2021 kini meluas hingga meningkatnya permusuhan dan kekerasan sejak serangan yang terjadi pada Oktober 2023.

Khan, yang baru-baru ini pergi ke titik persimpangan utama antara Gaza dan Mesir, mengatakan timnya telah mengumpulkan sejumlah besar bukti tentang insiden yang relevan dalam perang tersebut.

Keluarga dari beberapa warga Israel yang disandera oleh Hamas dalam serangan mereka pada 7 Oktober terhadap Israel juga telah meminta tindakan ICC.

Baca Juga: Bunuh 11.500 Warga Gaza, Netanyahu Akui Israel Gagal Minimalkan Korban Sipil

Khan meminta lebih banyak bukti untuk diserahkan.

“Saya juga akan melanjutkan upaya saya untuk mengunjungi negara Palestina dan Israel untuk bertemu dengan para penyintas, mendengar dari organisasi masyarakat sipil dan terlibat dengan rekan-rekan nasional yang relevan,” ia menambahkan seperti dikutip dari The New Arab, Sabtu (18/11/2023).

Terkait status Israel yang bukan anggota ICC, Khan mengatakan: "Saya menyerukan kepada semua aktor terkait untuk memberikan kerja sama penuh dengan kantor saya."

Israel mengatakan bahwa 239 orang dari beberapa negara ditangkap oleh Hamas ketika para pejuangnya melancarkan serangan tanggal 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang.

Penderitaan penyanderaan telah menjadi masalah besar di Israel karena mereka melancarkan kampanye udara dan darat tanpa pandang bulu di Gaza, menghancurkan puluhan ribu rumah, mengepung rumah sakit, dan menargetkan sekolah dan tempat ibadah.

Sementara pengacara keluarga beberapa warga Palestina yang tewas di Gaza telah meminta tindakan ICC, keluarga sandera Israel menuntut agar Khan mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi para pemimpin Hamas.

Baca Juga: Bak Sinetron, Israel Diejek karena Propaganda Sangat Buruk terhadap Hamas

“Penyelidikan sedang berjalan,” kata Francois Zimeray, pengacara sembilan keluarga Israel, kepada AFP setelah pertemuan tersebut.

Setiap orang atau kelompok dapat mengajukan permohonan kepada ICC namun tidak diwajibkan untuk menangani suatu kasus.

Pakar hukum mengatakan kepada AFP bahwa Hamas dan Israel dapat menghadapi tuduhan kejahatan perang terkait konflik tersebut.

Penyelidikan ICC yang dimulai pada tahun 2021 adalah mengenai dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan Israel, Hamas, dan kelompok bersenjata Palestina lainnya.

Meskipun Israel bukan negara pihak ICC, Zimeray mengatakan: "Kami memiliki warga Israel yang mempercayai pengadilan, ketulusan jaksa dan profesionalisme timnya."

Baca Juga: Tempat Lahir Yesus Copot Semua Dekorasi Natal untuk Hormati Para Martir Hamas

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Bangunan Bimbingan Belajar...
Bangunan Bimbingan Belajar Ambruk, 14 Anak Tewas
Rekomendasi
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
Berita Terkini
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved