Jerman Disebut Ogah Jual Jet Tempur Typhoon ke Turki karena Sebut Israel Negara Teroris

Jum'at, 17 November 2023 - 14:56 WIB
loading...
Jerman Disebut Ogah...
Jerman dilaporkan menolak menjual 20 jet tempur Eurofighter Typhoon kepada Turki setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan menyebut Israel sebagai negara teroris. Foto/REUTERS
A A A
BERLIN - Pemerintah Jerman dilaporkan menolak menjual 20 jet tempur Eurofighter Typhoon kepada Turki.

Penolakan ini terjadi setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Israel sebagai negara teroris yang melakukan pembantaian di Gaza, Palestina.

Kecaman keras Turki terhadap Israel atas operasi militernya di Gaza telah memicu tanggapan keras dari Jerman, sekutu setia Tel Aviv, yang menandakan kesiapan untuk melakukan pembalasan.

Seorang pejabat senior Berlin, yang dikutip DSA, Jumat (17/11/2023), Kanselir Jerman Olaf Scholz berencana mengumumkan pemblokiran terhadap permintaan Ankara untuk membeli 20 unit jet tempur Eurofighter Typhoon.

Baca Juga: Menachem Begin, Pentolan Teroris yang Jadi PM Israel

Erdogan dilaporkan akan menyampaikan permintaan negaranya untuk membeli jet tempur tersebut dalam pertemuan dengan Kanselir Scholz di Berlin pada hari Jumat.

Erdogan ingin Jerman mencabut larangan ekspor senjata yang diberlakukan Berlin terhadap Ankara, sehingga Turki dapat melanjutkan proses akuisisi jet tempur yang diproduksi oleh empat negara Eropa.

Jika Jerman secara resmi menolak permintaan Turki, hal ini dapat memperburuk hubungan diplomatik kedua negara anggota NATO.

Menyusul serangan brutal Israel di Gaza, yang telah merenggut lebih dari 11.000 nyawa, Turki mengutuk Tel Aviv dan menjulukinya sebagai “negara teroris".

Turki juga menolak menyebut Hamas sebagai organisasi teroris, bertentangan dengan sikap negara-negara Eropa lainnya dan negara-negara anggota NATO.

Jerman, yang merupakan pendukung kuat Israel, tidak menyetujui tindakan pemerintah Erdogan, baik dalam hal hubungan diplomatik dengan Israel maupun tindakan militernya terhadap Hamas di Jalur Gaza.

Hal ini menyebabkan memburuknya hubungan Berlin dengan Ankara, yang memiliki populasi etnis Turki terbesar di Eropa.

Jet tempur Eurofighter Typhoon yang ingin diakuisisi Turki dibuat oleh empat negara Eropa: Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol.

Persetujuan dari keempat negara diperlukan sebelum penjualan dapat dilanjutkan ke negara mana pun.

Turki berencana mengganti jet tempur F-4 Phantom yang sudah tua dengan Eurofighter Typhoon untuk memenuhi kebutuhan pesawat tempur modernnya.

Urgensi ini muncul, terutama setelah Amerika Serikat mendepak Turki dari program pengembangan jet tempur F-35 generasi kelima akibat akuisisi sistem pertahanan udara S-400 Triumf Rusia oleh Ankara.

Untuk mengatasi kesenjangan kemampuan jet tempurnya, Turki telah memulai pengembangan jet tempur generasi kelima yang disebut “KAAN", yang diharapkan akan beroperasi pada tahun 2028-2029.

Usulan akuisisi 20 jet tempur Eurofighter Typhoon kemungkinan merupakan tahap pertama, dengan pembelian tambahan diperkirakan terjadi pada tahap berikutnya.

Jika Jerman menolak proposal Turki untuk mengakuisisi jet tempur Eurofighter Typhoon, pilihan yang mungkin diambil Turki adalah mencari pemasok alternatif atau mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan pertahanannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Ruben Onsu Desak KPAI...
Ruben Onsu Desak KPAI Prioritaskan Dugaan Eksploitasi Anak, Bukan Isu Nafkah
Berita Terkini
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved