Menghadapi Krisis Paling Parah, Lebanon di Ujung Kehancuran

Kamis, 06 Agustus 2020 - 10:35 WIB
loading...
A A A
“Permasalahan paling parah di Lebanon adalah korupsi yang telah mendemokratisasi negara itu. Bukan hanya pada satu orang, tetapi semua aspek,” kata wakil presiden kajian Carnegie Endowment for International Peace, Marwan Muasher. “Semua sekte atau kelompok memiliki sektor yang dikontrol dan mendapatkan uang dari sana. Itu yang membuat kelompok tersebut bergembira,” katanya.

Dijelaskan oleh Maha Yehia, Direktur Carnegie Middle East Center, kejatuhan Lebanon merepresentasikan kehancuran epik dengan dampak pada generasi berikutnya. Pilar utama Lebanon sudah hancur, termasuk kebebasan dan pusat keuangan dan pariwisata di Timur Tengah.

Ketika bantuan IMF sudah tidak bisa diharapkan lagi untuk mengatasi krisis, kemana Lebanon akan meminta bantuan? Iran sendiri bukan kekuatan besar dengan dana yang banyak. Saudi pun tidak terlalu peduli karena pemerintahan Lebanon dikuasai kelompok pro-Iran. Harapan terakhir pada Prancis yang menjadikan Lebanon sebagai teman dekat. Tapi, Paris belum memberikan sinyal.

Padahal krisis Lebanon bisa memberikan dampak lebih luas. Mona Yaacoubian, penasehat senior Institute of Peace menyebutkan, kehancuran total Lebanon bisa menyebabkan krisis pengungsi ke Eropa. “Krisis itu juga bisa menyebabkan ketidakstabilan di Suriah hingga Irak. Itu akan berdampak buruk bagi aliansi AS di Timur Tengah,” katanya. (Lihat videonya: Suasana Terkini Pascaledakan Maut di Beirut Ibu Kota Lebanon)

Yaacoubian pun menyatakan, AS tidak bisa mengabaikan Lebanon jatuh ke kehancuran. “Lebanon bisa menjadi neara yang gagal di Mediterania,” paparnya.

Sebenarnya, harapan utama Lebanon adalah bantuan IMF. Seperti diungkapkan Nasser Saidi, mantan wakil gubernur bank sentral Lebanon , negara itu membutuhkan USD30 juta untuk paket bantuan tiga hingga lima tahun. “Lebanon harus mengakui mereka membutuhkan bantuan IMF dan proses negosiasi harus dimulai secepatnya,” katanya.

Hal paling penting adalah krisis Lebanon juga dipicu oleh pandemi virus korona. “Tanpa distribusi yang adil, maka kesempatan solusi dari dukungan internasional sangat sulit,” kata Khalil Gebara, peneliti di Issam Fares Institute for Public Policy and International Affairs, dilansir Reuters. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
Presiden Lebanon Kecam...
Presiden Lebanon Kecam Hizbullah, Iran, dan IRGC: Ini Bukan Negaramu, Ini Negara Kami!
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Anak-Anak Muda India...
Anak-Anak Muda India Muak dengan Pemerintah, Bentuk "Partai Kecoak"
Rekomendasi
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Berita Terkini
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved