Perekonomian China Lesu di Tengah Tingginya Pengangguran Pemuda

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 11:06 WIB
loading...
A A A
Data yang dirilis pada 13 Oktober 2023 menunjukkan perekonomian China masih stagnan, dengan penurunan harga akibat lesunya permintaan konsumen dan dunia usaha. Dibandingkan situasi tahun ini, harga konsumen tetap datar di bulan September, menurut angka yang dikeluarkan oleh Biro Statistik Nasional China, sementara harga grosir turun sebesar 2,5 persen. Ekspor dan impor juga turun di bulan September karena permintaan produk China turun di pasar luar negeri.

Pemulihan China, negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia, dari guncangan pandemi Covid-19 relatif tersendat. Di awal Oktober ini, Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan China, mengestimasi pertumbuhan ekonomi berada di level terendah sebesar lima persen pada 2023 dan 4,2 persen tahun depan, turun sedikit dari perkiraan konservatifnya pada Juli lalu.

IMF mengaitkan revisi perkiraan ekonomi China ini dengan melemahnya kepercayaan konsumen dan permintaan global, serta krisis di sektor properti yang berdampak besar pada aktivitas bisnis. Pada kuartal Juli hingga September tahun ini, perekonomian China tumbuh sebesar 4,9 persen secara tahunan, melambat dari tingkat pertumbuhan sebesar 6,3 persen pada tahun sebelumnya.

Angka yang dirilis pada 13 Oktober ini menunjukkan bahwa harga pangan turun sebesar 3,2 persen di bulan September, sementara harga daging babi, makanan pokok di China, turun 22 persen dari tahun sebelumnya; penurunan yang lebih tajam dibandingkan 17,9 persen pada Agustus lalu. Pemulihan permintaan konsumen domestik jauh lebih lemah dari yang diharapkan, dan persaingan yang berlebihan telah memicu perang harga di beberapa sektor.

Sektor real estate di China sangat terpukul oleh menurunnya permintaan domestik akibat menurunnya daya beli masyarakat. Banyak pembangun real estate telah berjuang melalui tindakan keras terhadap pinjaman besar yang mereka lakukan. Pembatasan pinjaman ini telah melumpuhkan sektor real estate, sehingga pihak berwenang terpaksa melonggarkan beberapa langkahnya.

Ekspor dan Impor China


Data di bulan September mengindikasikan bahwa ekonomi China masih penuh tantangan, kata Robert Carnell dari ING Economics dalam sebuah laporan. Dia memperkirakan bahwa inflasi konsumen di China akan berada pada angka 0,5 persen sepanjang 2023, dan hanya meningkat satu persen di tahun 2024.

Lebih parah lagi, indeks harga produsen di China telah jatuh selama setahun penuh. Indeks harga produsen mengukur harga yang dibebankan pabrik kepada pedagang grosir.

Dalam ranah perdagangan global, baik ekspor maupun impor China turun pada September 2023 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Impor dan ekspor keduanya turun sebesar 6,2 persen dibandingkan dengan angka yang diperoleh tahun sebelumnya.

Beijing menargetkan tingkat pertumbuhan keseluruhan sebesar lima persen pada 2023, meskipun tahun depan tingkat pertumbuhan tersebut kemungkinan melambat menjadi 4,5 persen.

Biro Statistik Nasional China ketika merilis angka-angka ini memperingatkan bahwa lingkungan eksternal China menjadi lebih kompleks dan suram, seraya memperingatkan bahwa permintaan domestik masih tidak mencukupi.

Ketika perekonomian sedang terpuruk, Partai Komunis China kini bersiap memberikan lebih banyak kelonggaran kepada sektor bisnis swasta dalam upaya putus asa menghidupkan kembali perekonomian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal...
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal Tak Bongkar Muat di Pelabuhan Saudi atau Ditembak
Rekomendasi
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved