Tidak Bantu Perangi Taliban, AS Ancam Hukum Pakistan

Rabu, 23 Agustus 2017 - 08:44 WIB
Tidak Bantu Perangi...
Tidak Bantu Perangi Taliban, AS Ancam Hukum Pakistan
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya bisa mengurangi bantuan ke Pakistna atau menurunkan status Islamabad sebagai sekutu non NATO. Ultimatum itu dilakukan untuk menekan negara Asia Selatan itu untuk berbuat lebih banyak untuk membantu perang di Afghanistan.

Sekretaris Negara AS, Rex Tillerson, mengatakan bahwa hubungan Washington dengan Pakistan akan bergantung pada bantuannya melawan terorisme.

"Kami akan mengkondisikan dukungan kami untuk Pakistan dan hubungan kami dengan mereka pada bagaimana mereka memberikan hasil di bidang ini," kata Tillerson seperti dilansir dari Reuters, Rabu (23/8/2017).

Tillerson mengatakan bahwa AS dapat mempertimbangkan untuk menarik status Pakistan sebagai sekutu utama non NATO. Status ini memberikan keuntungan terbatas seperti memberi Pakistan akses lebih cepat ke perangkat keras militer AS jika kerjasama tidak membaik.

"Kami memiliki beberapa pengaruh yang telah dibahas dalam hal jumlah bantuan dan bantuan militer yang kami berikan kepada mereka, status mereka sebagai mitra aliansi non NATO semua itu dapat diletakkan di atas meja," terang Tillerson.

Dalam sebuah pidato, Presiden AS Donald Trump menjanjikan sebuah kampanye militer yang ditingkatkan melawan gerilyawan Taliban yang mendapat dukungan pemerintah Afghanistan yang didukung oleh AS. Trump pun sempat menyetil perang Pakistan yang wilayahnya disebut menjadi tempat persembunyian militan.

Pemerintah Afghanistan menyambut baik pidato Trump, namun Taliban mengatakan bahwa negara tersebut akan menjadi kuburan untuk tentara AS.

Kementerian Luar Negeri Pakistan mengaku kecewa dengan pernyataan kebijakan AS. Pakistan menganggap AS telah mengabaikan pengorbanan besar yang dilakukan Pakistan dalam memerangi terorisme.

"Sebagai masalah kebijakan, Pakistan tidak mengizinkan penggunaan wilayahnya terhadap negara manapun," katanya.

Seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa tindakan signifikan tengah dipertimbangkan, termasuk kemungkinan memberi sanksi kepada pejabat Pakistan yang memiliki hubungan dengan organisasi ekstremis.
(ian)
Berita Terkait
AS Minta Bantuan Pakistan...
AS Minta Bantuan Pakistan Dalam Proses Perdamaian Afghanistan
Dinilai Masih Jadi Sarang...
Dinilai Masih Jadi 'Sarang' Teroris, AS Tetap Tangguhkan Bantuan Keamanan pada Pakistan
Taliban dan Gagalnya...
Taliban dan Gagalnya Amerika Serikat Membangun Negara Boneka di Afghanistan
Iran: Pengusiran Amerika...
Iran: Pengusiran Amerika Serikat dari Afghanistan 'Memalukan'
Taliban Sebut Drone...
Taliban Sebut Drone AS Masuk Afghanistan Melalui Wilayah Udara Pakistan
Senator Pakistan: AS...
Senator Pakistan: AS Terpuruk Saat Ini karena Kebodohan dan Kesombongan
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
2 jam yang lalu
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
2 jam yang lalu
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
2 jam yang lalu
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
3 jam yang lalu
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
3 jam yang lalu
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
3 jam yang lalu
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved