Senator Pakistan: AS Terpuruk Saat Ini karena Kebodohan dan Kesombongan

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:30 WIB
loading...
Senator Pakistan: AS...
Warga memeriksa bangunan yang hancur akibat serangan jet tempur AS di Anbar, Irak, 3 Februari 2024. Foto/Popular Mobilization Forces Media Office
A A A
ISLAMABAD - Ketua Komite Pertahanan Senat Pakistan Mushahid Hussain Sayed menjelaskan alasan mengapa Amerika Serikat gagal di Afghanistan dan Irak serta “terpuruk” saat ini adalah karena “kebodohan dan kesombongan mereka.”

“Kebijakan AS terhadap negara-negara tertentu di Asia kadang-kadang didasarkan pada kombinasi kebodohan dan kesombongan. Arogansi, karena mereka negara besar, karena menganggap diri mereka sebagai negara adidaya, mereka pikir mereka tahu semuanya. Tapi mereka tidak tahu. Mereka tidak mengetahui budaya dan nilai-nilai negara lain. Dan juga kebodohan, karena mereka tidak memahami masyarakat di negara tersebut. Inilah sebabnya mereka gagal di Afghanistan, inilah mengapa mereka gagal di Irak," tegas Sayed dalam wawancara dengan Sputnik yang dirilis Selasa (20/2/2024).

Menurut dia, ini adalah alasan yang sama mengapa AS sedang “terpuruk” saat ini dan hal tersebut telah terjadi selama beberapa waktu.

Senator tersebut menjelaskan dia pernah tinggal di AS, menerima gelar master dari salah satu universitas AS yang paling dihormati di Washington, Georgetown, dan bekerja di Kongres AS sebagai pekerja magang.

Namun menurut dia, negara tersebut telah banyak berubah sejak saat itu dan AS yang dikenalnya "berbeda".

"Amerika yang saya kenal adalah masyarakat yang sangat kuat dan inklusif, menyambut baik orang asing. Dulu mereka multikultural dan multiagama. Sekarang saya melihat banyak paranoia dan xenofobia di Amerika. Mereka menyebut ancaman China, ancaman Rusia, ancaman Islam… Itu tidak masuk akal. Mereka kembali ke tahun 50-an. Jadi bagi saya AS modern adalah Amerika yang sangat aneh, eksklusif dan memecah belah," tegas sang senator.



Pada Oktober 2001, koalisi pimpinan AS melancarkan invasi ke Afghanistan. Namun, Taliban mengambil alih kembali kekuasaan di Afghanistan pada Agustus 2021.

Langkah Taliban memicu runtuhnya pemerintah yang didukung AS dan mempercepat penarikan pasukan Washington secara memalukan di mata internasional.

Pada 31 Agustus di tahun yang sama, pasukan AS menyelesaikan penarikan mereka dari Afghanistan, mengakhiri kehadiran militer selama 20 tahun.

Pada Maret 2003, koalisi pimpinan AS menginvasi Irak tanpa resolusi Dewan Keamanan PBB. Akibatnya, total kematian akibat perang mencapai 654.965 orang pada Oktober 2006, menurut survei jurnal The Lancet.

Pasukan AS menarik diri dari Irak pada Desember 2011. Meskipun demikian, hingga saat ini, pasukan AS dan koalisi tetap memiliki kehadiran militer yang besar di negara tersebut, dengan mempertahankan pangkalan militernya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang Jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO, Siapa Saja?
Hamas Senang Trump Cabut...
Hamas Senang Trump Cabut Rencana AS Usir Warga Gaza
Ukraina Kehabisan Rudal...
Ukraina Kehabisan Rudal ATACMS Amerika untuk Melawan Rusia
Donald Trump: Tidak...
Donald Trump: Tidak Ada yang Mengusir Rakyat Palestina dari Gaza
Pembajakan Kereta Api...
Pembajakan Kereta Api Pakistan Berakhir Mengerikan, Pemberontak Habisi 21 Sandera
Ukraina Setuju Gencatan...
Ukraina Setuju Gencatan Senjata 30 Hari, Ini Respons Rusia
7 Fakta Donald Trump...
7 Fakta Donald Trump Memecat Tentara Transgender AS, dari 12.000 Prajurit LGBT hingga Bumerang Kepalsuan
7 Negara yang Berebut...
7 Negara yang Berebut Kekuasaan di Arktik, Rusia Jadi Jagoannya
Profil Linda McMahon,...
Profil Linda McMahon, Menteri Pendidikan AS Era Trump yang Pecat 50 Persen Pegawainya
Rekomendasi
Rinnai Indonesia Luncurkan...
Rinnai Indonesia Luncurkan Smart HOB RB-A2660G(B), Dilengkapi Teknologi Automatic Menu
Shahabi Sakri Jadi Saingan...
Shahabi Sakri Jadi Saingan Ajil Ditto? Rebutin Davina Karamoy di Series Culture Shock!
Mobil Dinas Dipakai...
Mobil Dinas Dipakai Mudik Lebaran, Ini Sanksinya
Berita Terkini
Mahkamah Internasional...
Mahkamah Internasional Gelar Sidang Terbuka Kewajiban Israel di Wilayah Palestina yang Diduduki
33 menit yang lalu
Bosnia Buru Presiden,...
Bosnia Buru Presiden, Perdana Menteri dan Ketua Parlemen Republika Srpska
1 jam yang lalu
Penjualan Mobil Anjlok,...
Penjualan Mobil Anjlok, Volkswagen akan Produksi Senjata dan Peralatan Militer
2 jam yang lalu
Putin Kunjungi Wilayah...
Putin Kunjungi Wilayah Kursk Rusia, Seru Militer Kalahkan Ukraina Secepatnya
3 jam yang lalu
4 Isi Gencatan Rusia...
4 Isi Gencatan Rusia dan Ukraina yang Diajukan AS, Tidak Ada Perang Selama 30 Hari
3 jam yang lalu
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang Jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO, Siapa Saja?
4 jam yang lalu
Infografis
Bacaan Niat Zakat Fitrah...
Bacaan Niat Zakat Fitrah Beserta Bahasa Arab, Latin, dan Artinya
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved