Hadapi Gelombang Ketiga, Hong Kong Terancam Kolaps

Rabu, 05 Agustus 2020 - 10:53 WIB
loading...
Hadapi Gelombang Ketiga,...
Ilustrasi, tiga tenaga medis di RS Wuhan saling berpelukan. Foto: dok/Reuters.
A A A
HONG KONG - Rumah sakit di Hong Kong terancam kolaps saat gelombang ketiga virus corona sudah ada di depan mata. Peningkatan kasus baru menjadi perhatian khusus karena Hong Kong meminta bantuan Pemerintah China untuk membantu mengatasi pandemi gelombang ketiga.

Sebanyak 80 kasus baru virus corona dilaporkan kemarin dan turun hingga di bawah 100 untuk pertama kalinya dalam dua pekan terakhir. Sejak akhir Januari lalu, sekitar 3.600 orang terkonfirmasi di Hong Kong dan 37 orang meninggal dunia. Saat bersamaan tim petugas medis dari China sudah mulai melakukan persiapan untuk menguji Covid-19 di distrik finansial global tersebut.

Tujuh petugas kesehatan dari China tiba di Hong Kong untuk melakukan pengetesan Covid-19. Para petugas kesehatan itu adalah anggota pertama dari tim terdiri atas 60 orang yang akan bertugas. Itu merupakan pertama kalinya pejabat kesehatan China membantu dan datang ke Hong Kong setelah kasus infeksi Covid-19 baru di kota itu meningkat tajam. (Baca: Lakukan Tes Covid-19 Skala Besar, China Kirim Tim ke Hong Kong)

Global Times melaporkan, anggota tim kesehatan itu sebagian besar berasal dari rumah sakit umum di Provinsi Guangdong Selatan. Mereka akan membantu melaksanakan pengujian massal di wilayah tersebut.

Tim itu dibentuk atas permintaan Pemerintah Hong Kong yang mengatakan staf medis mereka kini tengah kewalahan. Namun demikian, beberapa anggota dewan lokal khawatir China mengumpulkan sampel DNA warga Hong Kong untuk tujuan pengawasan sebagaimana dilaporkan Reuters. Hanya saja, Pemerintah Hong Kong telah membantahnya.

Ketegangan antara kelompok-kelompok prodemokrasi di Hong Kong dan Pemerintah China meningkat, setelah Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru di Hong Kong pada Juni lalu. Aturan itu dikritik karena dianggap bisa mengikis kebebasan warga.

Jumlah keseluruhan kasus masih lebih rendah daripada di banyak tempat lain, tetapi lonjakan itu terjadi setelah Hong Kong tampaknya berhasil mengendalikan wabah, dengan tidak ada infeksi lokal selama beberapa pekan. Awal pekan lalu, Hong Kong menunda pemilihan parlementernya yang semula dijadwalkan diadakan pada September selama satu tahun. (Baca juga: Industri Rokok Dibunuh, Jutaan Pekerja Mau Ditaruh Dimana)

Pemerintah mengatakan kebijakan itu adalah langkah yang perlu di tengah meningkatnya infeksi, tetapi oposisi menuduhnya menggunakan Covid-19 sebagai alasan untuk menghambat pemilihan.

Sebelumnya, Hong Kong dikenal sebagai kawasan yang sukses dalam menangani pandemi virus korona. Meskipun berbatasan dengan China, kasus pertama Hong Kong pada Januari lalu berhasil ditangkal dengan baik. Hong Kong pun tidak memberlakukan lockdown secara ekstrem seperti halnya China, Eropa, dan Amerika Serikat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Aksi Nekat Melamar di...
Aksi Nekat Melamar di Puncak Gedung Empire State, Pasangan Rusia Ditangkap
Terungkap, AS Sempat...
Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran
Rekomendasi
Sucofindo Dukung Inisiatif...
Sucofindo Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa
BTS Jadi Tamu Kehormatan...
BTS Jadi Tamu Kehormatan Argentina Jelang Konser Oktober Mendatang
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
Berita Terkini
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved