alexa snippet

Kabur, Wanita Ini Sebut ISIS Tak Sesuai Ajaran Nabi Muhammad dan Alquran

Kabur, Wanita Ini Sebut ISIS Tak Sesuai Ajaran Nabi Muhammad dan Alquran
Khadija, wanita Tunisia yang berhasil melarikan diri dari Raqqa, wilayah ISIS di Suriah. Foto/Russia Today
A+ A-
ANKARA - Seorang wanita yang berhasil melepaskan diri dari cengkeraman kelompok Islamic State atau ISIS bercerita pengalaman buruknya selama tinggal di wilayah yang selama ini dikenal sebagai “kekhalifahan” ISIS. Dia melarikan diri setelah kecewa karena ISIS tak sesuai dengan ajaran Islam.

Wanita ini memperkenalkan diri dengan nama pendek Khadijah. Dia dari Kota Tunis, Tunisia, ke Suriah.

Khadijah yang sudah tiga tahun tinggal di Raqqa—yang diklaim ISIS sebagai ibu kotanya—mengatakan kepada Russia Today bahwa dia melihat banyak kekejaman dan ketidakadilan. Menurutnya, tidak ada upaya nyata di kelompok ISIS untuk menjalankan hukum Syariah Islam.

”Suami saya dan saya membuat kesalahan besar dengan datang ke sana. Dan saya menyarankan agar Anda tidak mempercayai orang-orang yang mengatakan bahwa ISIS adalah negara Islam, yang mengajarkan Islam dan Syariah serta hidup sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad dan Alquran,” kata Khadijah.

Selama tinggal di Raqqa, dia mencatat bahwa para militan ISIS tidak mentolerir perbedaan pendapat dan pertentangan dengan pemerintahan mereka.

”Semua orang yang menentang mereka, dipenggal kepalanya. Dan orang-orang tidak tahu kapan ini akan terjadi,” ujarnya.

”Mereka tidak berada di jalan yang benar. Inilah keadaan tirani dan setan. Suami saya meninggalkan mereka (ISIS), dan menyuruh saya untuk melakukan hal yang sama,” lanjut Khadijah. Dia dan suaminya melarikan diri dari Raqqa berjalan ke arah selatan ke Kota al-Mayadeen dan kemudian ke Turki.

Tapi, sebelum dia berhasil melarikan diri, wanita muda ini telah menyaksikan sisi tergelap ISIS, di mana kehidupan orang-orang di kelompok itu, khususnya wanita dan anak-anak sangat rentan.

”Ada banyak kejahatan di tempat tinggal perempuan. Anak-anak menderita kudis, kutu. Saat anak sakit, mereka tidak mendapat perawatan di rumah sakit,” kata Khadijah.

Jika wanita ditemukan melanggar kode etik yang ketat, yang dipaksakan oleh ISIS, mereka dikurung di penjara seperti fasilitas penahanan oleh pengawas wanita, yang bertanggung jawab atas ”asrama wanita”.

”Sangat memuakkan untuk berada di sana,” ucap Khadijah yang menceritakan kisah-kisah wanita dalam persalinan yang mencari pertolongan tapi tidak ada yang peduli. Wanita di sana dipaksa melahirkan bayi di tempat.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top