15 Negara Pecahan Uni Soviet, Ada yang Memiliki Populasi Muslim Mayoritas

Senin, 02 Oktober 2023 - 17:54 WIB
loading...
A A A

10. Lituania


Berikutnya ada Lituania. Negara Baltik ini memiliki ibu kota dan wilayah terbesar di Vilnius.

Lituania dulunya menjadi bagian Uni Soviet bersama Estonia dan Latvia di kawasan Baltik. Mereka menjalankan peran penting sebagai pakta rahasia non-agresi dalam melawan Nazi.

11. Moldova


RSS Moldova menjadi bagian Soviet pada 1940. Waktu itu, wilayahnya memang dicaplok menyusul kemunculan pakta non-agresi Uni Soviet di tahun 1939.

Pascakemerdekaan, Moldova masih dilanda konflik. Namun, seiring waktu keadaan mulai berubah dan mereka mulai menuju keanggotaan penuh Uni Eropa.

12. Tajikistan


Pecahan Uni Soviet berikutnya adalah Tajikistan. Usai keruntuhan Soviet, mereka mengubah namanya menjadi Republik Tajikistan.

13. Turkmenistan


Negara di kawasan Asia Tengah ini memiliki Ashgabat sebagai ibu kota. Wilayahnya sendiri memiliki perbatasan dengan negara seperti Kazakhstan dan Uzbekistan.

Turkmenistan pernah bergabung Uni Soviet pada 1925. Mereka menjadi negara merdeka tak lama setelah Soviet tumbang.

14. Ukraina


Ukraina dulunya dikenal sebagai lumbung pangan Eropa karena ladang gandum yang melimpah. Mereka bahkan menyumbang hampir seperempat produksi pertanian Uni Soviet.

Setelah bebas, RSS Ukraina berubah nama menjadi Ukraina saja. Meski demikian, ternyata mereka masih mengalami konflik lanjutan termasuk bersama Rusia sampai sekarang.

15. Uzbekistan


Terakhir ada Uzbekistan. Sebagaimana Turkmenistan, dulunya mereka menjadi bagian Uni Soviet dengan anam RSK Uzbekistan pada 1925.

Uzbekistan memiliki populasi Muslim yang cukup besar. Angkanya didominasi Islam Sunni.

Itulah deretan negara pecahan Uni Soviet yang bisa diketahui.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
Berita Terkini
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved