15 Negara Pecahan Uni Soviet, Ada yang Memiliki Populasi Muslim Mayoritas
Senin, 02 Oktober 2023 - 17:54 WIB
loading...
A
A
A
Belarusia memiliki ibu kota di Minsk. Sementara itu, mereka juga memiliki perbatasan wilayah dengan Rusia, tepatnya di bagian timur dan timur laut.
Pada sejarahnya, Uni Soviet merebut negara-negara Baltik yang merdeka seperti Estonia dan menjadikannya republik baru. Hal ini dulunya dilakukan untuk mendukung langkah Soviet dalam melawan Nazi Jerman.
Estonia memiliki ibu kota di Tallinn. Selain bahasa resmi negara, cukup banyak warga negaranya yang menggunakan bahasa Finlandia.
Georgia mempunyai ibu kota dan kota terbesar di Tbilisi. Wilayah tersebut dikatakan menampung sekitar sepertiga dari total populasinya.
Sebagaimana Armenia dan Azerbaijan, Georgia dulunya menjadi bagian SSR Transkaukasia. Mereka resmi berdiri sendiri setelah keruntuhan Uni Soviet.
7. Kazakhstan
Kazakhstan meninggalkan Uni Soviet pada 16 Desember 1991. Tak hanya memiliki wilayah yang cukup luas, negara ini juga mempunyai populasi Muslim besar.
Pasca mengumumkan kemerdekaan, Kazakhstan melakukan privatisasi perekonomian. Hal ini dilakukan karena memiliki cadangan minyak yang besar, namun masih di bawah Rusia.
Kirgizstan menjadi sebuah negara terkurung daratan di Asia Tengah. Mereka memiliki Bishkek yang menjadi ibu kota dan kota terbesarnya.
Sebagaimana beberapa negara pecahan Uni Soviet lain, Kirgizstan juga memiliki penduduk Muslim yang besar. Di negara ini, Muslim Sunni mendominasi dengan angka melebihi 80%.
Dulunya, negara ini dikenal sebagai RSS Latvia. Sempat menjadi wilayah yang diperebutkan Uni Soviet dan Jerman, Tentara Merah berhasil kembali mendudukinya sekitar 1944.
Pasca keruntuhan Uni Soviet, Latvia memutuskan merdeka dan menjadi negara sendiri. Namanya pun berubah sebagai Republik Latvia pada Agustus 1991.
5. Estonia
Pada sejarahnya, Uni Soviet merebut negara-negara Baltik yang merdeka seperti Estonia dan menjadikannya republik baru. Hal ini dulunya dilakukan untuk mendukung langkah Soviet dalam melawan Nazi Jerman.
Estonia memiliki ibu kota di Tallinn. Selain bahasa resmi negara, cukup banyak warga negaranya yang menggunakan bahasa Finlandia.
6. Georgia
Georgia mempunyai ibu kota dan kota terbesar di Tbilisi. Wilayah tersebut dikatakan menampung sekitar sepertiga dari total populasinya.
Sebagaimana Armenia dan Azerbaijan, Georgia dulunya menjadi bagian SSR Transkaukasia. Mereka resmi berdiri sendiri setelah keruntuhan Uni Soviet.
7. Kazakhstan
Kazakhstan meninggalkan Uni Soviet pada 16 Desember 1991. Tak hanya memiliki wilayah yang cukup luas, negara ini juga mempunyai populasi Muslim besar.Pasca mengumumkan kemerdekaan, Kazakhstan melakukan privatisasi perekonomian. Hal ini dilakukan karena memiliki cadangan minyak yang besar, namun masih di bawah Rusia.
8. Kirgizstan
Kirgizstan menjadi sebuah negara terkurung daratan di Asia Tengah. Mereka memiliki Bishkek yang menjadi ibu kota dan kota terbesarnya.
Sebagaimana beberapa negara pecahan Uni Soviet lain, Kirgizstan juga memiliki penduduk Muslim yang besar. Di negara ini, Muslim Sunni mendominasi dengan angka melebihi 80%.
9. Latvia
Dulunya, negara ini dikenal sebagai RSS Latvia. Sempat menjadi wilayah yang diperebutkan Uni Soviet dan Jerman, Tentara Merah berhasil kembali mendudukinya sekitar 1944.
Pasca keruntuhan Uni Soviet, Latvia memutuskan merdeka dan menjadi negara sendiri. Namanya pun berubah sebagai Republik Latvia pada Agustus 1991.
Lihat Juga :