Memilukan, Gadis India Pendarahan akibat Diperkosa dan Minta Tolong di Jalanan

Minggu, 01 Oktober 2023 - 17:18 WIB
loading...
Memilukan, Gadis India...
Gadis remaja India mengalami pendarahan akibat diperkosa minta bantuan di jalan-jalan (kanan). Tersangka (kiri) telah ditangkap polisi. Foto/NDTV
A A A
NEW DELHI - Seorang gadis muda di India yang mengalami pendarahan akibat diperkosa minta tolong kepada orang-orang di beberapa ruas jalan awal pekan ini. Ironisnya, orang-orang yang dimintai tolong terkesan mengusirnya.

Upaya korban meminta bantuan dengan menyusuri jalan itu terekam CCTV. Video tersebut telah memicu kemarahan publik karena sikap acuh tak acuh dari orang-orang yang dimintai bantuan.

Polisi mengatakan kepada media lokal bahwa korban yang berusia 15 tahun berjalan di sekitar kota Ujjain di negara bagian Madhya Pradesh selama lebih dari dua jam. Korban akhirnya ditolong Seorang pendeta Hindu bernama Rahul Sharma.

"Dia tidak bisa bicara. Matanya bengkak," kata Rahul Sharma kepada NDTV.

Baca Juga: Guru Perempuan Ini Ditangkap karena Perkosa Anak Lelaki 12 Tahun

“Saya kemudian bertanya apa yang terjadi tapi dia berbicara dalam bahasa yang saya tidak mengerti; Saya juga memberinya pena dan kertas tapi dia juga tidak bisa menulis apa pun,” ujarnya.

Korban dirawat di Rumah Sakit Wanita Pemerintah Maharaja Tukojirao Holkar di Indore, di mana dia menjalani operasi besar pada Rabu lalu.

Seorang pejabat polisi mengatakan pemeriksaan medis menunjukkan gadis itu diperkosa.

Dua pria, keduanya pengemudi becak motor, ditangkap pada hari Kamis atau tiga hari setelah kejadian. Keduanya ditangkap setelah polisi meninjau rekaman CCTV.

Empat orang lainnya juga telah ditahan terkait kasus ini.

Berdasarkan pengaduan polisi, gadis tersebut berusia 15 tahun.

Inspektur Polisi Ujjain Sachin Sharma mengatakan kepada kantor berita ANI bahwa gadis itu tidak koheren dan pada awalnya tidak dapat memberikan rincian apapun tentang keberadaannya.

Menteri Dalam Negeri Madhya Pradesh Narottam Misra mengatakan kondisi korban sekarang sudah stabil.

Para pemimpin oposisi di negara bagian tersebut mengutuk insiden tersebut dan mengkritik Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa atas keselamatan perempuan. Kepala Menteri Negara Bagian Madhya Pradesh Shivraj Singh Chouhan mengatakan bahwa terdakwa akan mendapat hukuman berat.

Priyank Kanoongo, ketua Komisi Nasional Perlindungan Hak Anak, mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah menghubungi polisi setempat dan pejabat administrasi di Madhya Pradesh untuk mengetahui lebih lanjut tentang insiden tersebut.

Aktivis Yogita Bhayana, yang pernah bekerja dengan beberapa penyintas pemerkosaan, mengatakan kepada BBC bahwa dia berusaha melacak keluarga gadis tersebut dan menghubungi mereka untuk memberikan dukungan.

Salah satu tersangka diketahui bernama Bharat Soni. Dia mengalami cedera ketika dia diduga mencoba melarikan diri saat dibawa ke lokasi kejadian untuk penyelidikan.

“Ini adalah tindakan yang memalukan. Saya juga tidak pergi ke rumah sakit untuk menemuinya, saya juga tidak pergi ke kantor polisi atau pengadilan. Anak saya telah melakukan kejahatan, oleh karena itu dia harus digantung,” kata ayah tersangka yang
menolak diidentifikasi, seperti dikutip NDTV, Minggu (1/10/2023).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
KOPRI PB PMII Desak...
KOPRI PB PMII Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Maluku Utara
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Homedoki Umumkan Pemenang...
Homedoki Umumkan Pemenang Umrah, Perjalanan ke Tanah Suci Agustus 2026
Berita Terkini
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved