Presiden Biden: Shutdown Akan Melumpuhkan Militer AS

Sabtu, 30 September 2023 - 05:41 WIB
loading...
Presiden Biden: Shutdown...
Shutdown pemerintahan AS diprediksi akan melemahkan negara tersebut. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) terancam tutup atau shutdown karena Partai Republik menolak menyetujui rencana undang-undang pembiayaan. Presiden AS Joe Biden memperingatkan bahwa penutupan pemerintahan bisa berdampak besar pada angkatan bersenjata.

"Kami tidak bisa bermain politik sementara pasukan kami melakukan pelanggaran. Ini benar-benar melalaikan tugas," kata Biden, seorang Demokrat, pada upacara pensiun jenderal senior AS Mark Milley, dilansir Reuters.

Partai Republik garis keras di Dewan Perwakilan Rakyat AS pada hari Jumat menolak rancangan undang-undang yang diusulkan oleh pemimpin mereka untuk mendanai sementara pemerintah, sehingga memastikan bahwa sebagian lembaga federal akan ditutup mulai hari Minggu (1/10/2023).

Dalam pemungutan suara dengan hasil 232 berbanding 198, DPR mengalahkan rancangan undang-undang yang akan memperpanjang pendanaan pemerintah selama 30 hari dan mencegah penutupan pemerintahan. RUU itu akan memotong pengeluaran dan memberlakukan pembatasan imigrasi dan keamanan perbatasan, yang merupakan prioritas Partai Republik yang memiliki peluang kecil untuk lolos di Senat yang mayoritas penduduknya berasal dari Partai Demokrat.

Baca Juga: Terus Mengalami Kemunduran, NATO Tak Bisa Memprediksi Kapan Ukraina Menang Melawan Rusia

Sementara itu, Senat telah mengajukan rancangan undang-undang sementara bipartisan untuk mendanai pemerintah hingga 17 November, meskipun tidak jelas kapan mereka akan melakukan pemungutan suara.

“Ini belum berakhir, saya punya ide lain,” kata Ketua DPR dari Partai Republik Kevin McCarthy, dilansir Reuters. Dia menolak untuk mengatakan apa ide-ide tersebut.

Jika Kongres tidak meloloskan paket pengeluaran yang dapat ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Joe Biden sebelum pukul 12:01 ET pada hari Minggu, taman nasional AS akan ditutup, dan Komisi Sekuritas dan Bursa akan menangguhkan sebagian besar aktivitas regulasinya dan gaji hingga 4 juta pekerja federal akan terganggu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Venezuela Masih Mencekam...
Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah
Rekomendasi
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Berita Terkini
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved