Menlu Rusia Lavrov: Barat Merusak Integritas Wilayah Ukraina

Kamis, 28 September 2023 - 21:06 WIB
loading...
Menlu Rusia Lavrov:...
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan pendukung Ukraina di Barat adalah pihak yang melemahkan integritas wilayah negara tersebut dengan secara efektif mengingkari perjanjian Minsk.

Diplomat tersebut menambahkan, meskipun akhir-akhir ini ada pembicaraan mengenai kemungkinan perundingan dari negara-negara Barat, Moskow belum melihat kesiapan melakukan dialog yang serius.

Dalam wawancara dengan TASS yang diterbitkan pada Kamis (28/9/2023), Lavrov berspekulasi para pendukung Kiev kemungkinan mencari jeda beberapa bulan untuk memasok lebih banyak senjata ke Ukraina.

Dia berpendapat pola ini adalah yang pertama kali dicoba pada 2014-2015 ketika Prancis dan Jerman menjadi perantara perjanjian Minsk 1 dan Minsk 2, sehingga mengakhiri pertikaian antara pasukan pemerintah Ukraina dan Republik Donbass yang memproklamirkan kemerdekaan.

Namun Ukraina tidak pernah menepati janjinya, karena Berlin dan Paris sepenuhnya menyadari Kiev tidak memiliki niat seperti itu sejak awal, menurut Lavrov, mengutip pengakuan tahun lalu yang dibuat mantan Presiden Prancis Francois Hollande, mantan Kanselir Jerman Angela Merkel dan mantan Presiden Ukraina Petr Poroshenko.

Menurut Lavrov, Barat menggunakan perjanjian tersebut sebagai taktik belaka untuk mengulur waktu dan memperkuat militer Ukraina.

“Jika mereka mematuhi perjanjian Minsk, maka integritas teritorial Ukraina akan terjamin,” tegas diplomat Rusia tersebut.

Baca juga: DPR AS Pilih Potong Gaji Menteri Pertahanan Jadi Rp16.000 Setahun

Dia menyatakan, itulah inti dari perjanjian tersebut, yang juga menyerukan status khusus untuk Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk.

Lavrov melanjutkan dengan mengatakan Rusia siap bernegosiasi dengan Ukraina pada April lalu, namun London dan Washington telah melakukan intervensi.

Dia mencatat, meskipun Moskow pada prinsipnya siap melakukan perundingan damai, kali ini Moskow tidak akan menyetujui gencatan senjata langsung.

Lavrov menyesalkan kurangnya “proposal (perdamaian) yang serius dari pihak Barat” sejauh ini, dan negara-negara Barat bersikeras formula perdamaian Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai satu-satunya kerangka kerja yang memungkinkan untuk negosiasi.

Diplomat tertinggi tersebut menggambarkan visi perdamaian kepala negara Ukraina sebagai “ultimatum murni” yang tidak akan pernah diterima oleh Rusia.

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan “dibutuhkan dua orang untuk melakukan tango” dan menuduh Rusia tidak mau bernegosiasi dengan Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi dengan menegaskan, “Amerika, mereka sendiri tidak tahu bagaimana melakukan tango ini.”

Pemimpin Rusia tersebut menyatakan Washington biasanya menangani “segala sesuatu dari posisi berkuasa,” dengan menggunakan sanksi ekonomi, pembatasan keuangan, ancaman, dan kekerasan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Tok! Kakek 61 Tahun...
Tok! Kakek 61 Tahun di Swedia Divonis Penjara gegara Paksa Istri Layani 120 Pria
Rekomendasi
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved