Rawan Jadi Target Serangan, PLTN UEA Picu Kontroversi

Senin, 03 Agustus 2020 - 11:12 WIB
loading...
A A A
Peneliti Energy Institute Universitas College London Paul Dorfman mengkritik reaktor Barakah yang memiliki desain dan kualitas murahan. Dia mengungkapkan reaktor Barakah tidak memiliki kemampuan untuk menangkal kebocoran. Reaktor tersebut juga tidak memiliki Generation III Defence-In-Depth yang mampu menahan serangan misil. “Padahal, dua kekuatan itu menjadi standar reaktor nuklir baru yang dibangun di Eropa,” kata Dorfman.

Selain itu, Dorfman menegaskan tidak adanya protokol di Timur Tengah untuk menentukan kelayakan suatu PLN dalam menangkal radioaktif yang bisa menyebar ke negara tetangga. “Barakah memiliki permasalahan keamanan dan keselamatan yang penting di negara Teluk. Jika tidak, banyak negara lain yang bisa menjadi korban jika terjadi kebocoran,” katanya, kepada Al Jazeera. (Lihat videonya: Satu Keluarga Makan Bersama di Bahu Jalan Tol Cipali Viral di Medsos)

PLTN Barakah berlokasi di Abu Dubai yang dibangun Korea Electric Power Corporation (KEPCO). Awalnya, PLTN itu seharusnya dibuka pada 2017, tapi berulang kali ditunda. “Itu menjadi reaktor energi nuklir damai pertama di negara-negara Arab,” kata penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum. Itu juga menjadi langkah nyata Dubai mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi.

CEO ENEC Mohamed Ibrahim al-Hammadi mengungkapkan, Dubai kini semakin bisa mewujudkan upaya untuk menyuplai seperempat pasokan listrik. “PLTN juga bisa memperkuat pertumbuhan masa depan dengan aman dan listrik bebas emisi,” ujar Al-Hammadi, dilansir Reuters. PLTN itu mampu menghasilkan 5.600 megawatt dan UEA tidak mengumumkan investasi untuk proyek tersebut. (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
5 Fakta UEA Bergabung...
5 Fakta UEA Bergabung dengan Agresi AS-Israel terhadap Iran sejak Awal
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
Berita Terkini
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved