Sekjen NATO: Barat Harus Bersiap untuk Perang Jangka Panjang

Senin, 18 September 2023 - 18:20 WIB
loading...
Sekjen NATO: Barat Harus...
Tank Ukraina berlatih di wilayah negara itu. Foto/REUTERS
A A A
BRUSSEL - Negara-negara Barat harus bersiap menghadapi “perang panjang” di Ukraina, menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Jens Stoltenberg pada Minggu (17/9/2023).

Meski mengaku menginginkan “perdamaian cepat” di Ukraina, Stoltenberg bersikeras dia tetap mendukung tujuan Presiden Volodymyr Zelensky untuk meraih kemenangan militer atas Rusia.

“Sebagian besar perang berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan saat pertama kali dimulai,” ungkap Stoltenberg dalam wawancara dengan grup media Funke Jerman.

Dia menjelaskan, “Oleh karena itu kita harus mempersiapkan diri untuk perang jangka panjang di Ukraina.”

Menurut laporan media selama dua bulan terakhir, para pejabat dan perencana militer Barat telah mengakui serangan balasan Ukraina terhadap pasukan Rusia kemungkinan besar tidak akan berhasil, sehingga sebagian besar garis depan tidak berubah ketika musim dingin tiba.

Menurut Presiden Rusia Vladimir Putin, Ukraina telah kehilangan lebih dari 71.000 tentara sejak serangan balasan dimulai pada Juni.

Meskipun tingkat pengurangan jumlah pasukan sangat besar, dengan beberapa unit kehilangan 90% tenaga manusia mereka, menurut sumber Ukraina, Stoltenberg bersikeras NATO akan terus mendorong solusi militer, bukan solusi diplomatik.

“Kita semua mengharapkan perdamaian secepatnya,” ujar Stoltenberg. “Tetapi pada saat yang sama kita harus menyadari: jika Presiden Zelensky dan Ukraina berhenti berperang, negara mereka tidak akan ada lagi. Jika Presiden Putin dan Rusia meletakkan senjata mereka, kita akan mencapai perdamaian.”

Baca juga: Krasukha, Sistem Peperangan Elektronik Baru Rusia yang Tak Tertandingi

Setelah meninggalkan perjanjian damai yang ditengahi Turki pada April lalu, Zelensky mengeluarkan dekrit yang melarang semua negosiasi dengan Rusia.

Selain itu, dia telah berulang kali bersumpah merebut kembali wilayah Donetsk, Lugansk, Kherson, dan Zaporozhye, serta Crimea, yang merupakan bekas wilayah Ukraina.

Crimea merupakan wilayah yang memberikan suara terbanyak untuk bergabung dengan Federasi Rusia pada 2014.

Sikap Zelensky didukung Washington, di mana para pejabat berulang kali menegaskan hanya presiden Ukraina yang dapat memutuskan kapan akan mengupayakan perdamaian.

Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengecam Putin karena dianggap menolak “diplomasi yang berarti.”

Rusia menyatakan pihaknya terbuka terhadap solusi diplomatik terhadap konflik tersebut, namun perjanjian perdamaian apa pun harus mempertimbangkan “realitas teritorial baru” bahwa Donetsk, Lugansk, Kherson, Zaporozhye, dan Crimea tidak akan pernah diserahkan kembali ke Ukraina.

Lebih lanjut, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, “Negosiasi akan dilakukan bukan dengan Zelensky, yang merupakan boneka di tangan Barat, namun secara langsung dengan majikannya.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad Meninggal Dunia di Usia 74 Tahun
Senator Amerika Serikat...
Senator Amerika Serikat Lindsey Graham Meninggal Dunia secara Mendadak
Rekomendasi
Sahroni: Komisi III...
Sahroni: Komisi III Awasi Langsung Penggeledahan Kasus Febrie sebagai Bentuk Transparansi Hukum
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
Ungkap Asal Usul Ide...
Ungkap Asal Usul Ide KDMP, Prabowo: Agar Rakyat Tak Terjerat Lintah Darat
Berita Terkini
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved