Barat Kirim Jet Tempur F-16 ke Ukraina, Putin: 'Gak Ngaruh, Cuma Perpanjang Konflik
Selasa, 12 September 2023 - 22:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Norwegia Ikut-ikutan Pasok Jet Tempur F-16 ke Ukraina untuk Lawan Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji keputusan sekutu Barat tersebut sebagai keputusan yang bersejarah dan menginspirasi.
Namun, juru bicara Angkatan Udara Ukraina Kolonel Yuriy Ihnat mengatakan dalam sambutannya yang dilaporkan oleh outlet Ukraina Ukrinform bulan lalu bahwa Ukraina tidak akan menerima jet tempur F-16 sebelum tahun depan.
“Sudah jelas bahwa kita tidak akan mampu melindungi Ukraina dengan jet F-16 pada musim gugur dan musim dingin ini,” kata Ihnat.
Newsweek menghubungi pihak berwenang Ukraina melalui email untuk memberikan komentar.
Putin juga mengatakan bahwa sejak perintah mobilisasi parsial pada bulan September 2022, sekitar 570.000 orang Rusia telah bergabung dengan militer—kira-kira sama dengan populasi Baltimore, Maryland.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pada bulan September lalu mengatakan bahwa keputusan mobilisasi parsial Putin akan menargetkan 300.000 tentara cadangan dan mantan personel militer dengan keahlian militer tertentu dan pengalaman yang relevan.
"Kami telah melakukan mobilisasi parsial. Tiga ratus ribu orang dipanggil. Kini, selama 6-7 bulan terakhir, 270.000 orang secara sukarela menandatangani kontrak untuk bertugas di angkatan bersenjata dan unit sukarelawan. Proses ini terus berlanjut," kata Putin.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji keputusan sekutu Barat tersebut sebagai keputusan yang bersejarah dan menginspirasi.
Namun, juru bicara Angkatan Udara Ukraina Kolonel Yuriy Ihnat mengatakan dalam sambutannya yang dilaporkan oleh outlet Ukraina Ukrinform bulan lalu bahwa Ukraina tidak akan menerima jet tempur F-16 sebelum tahun depan.
“Sudah jelas bahwa kita tidak akan mampu melindungi Ukraina dengan jet F-16 pada musim gugur dan musim dingin ini,” kata Ihnat.
Newsweek menghubungi pihak berwenang Ukraina melalui email untuk memberikan komentar.
Putin juga mengatakan bahwa sejak perintah mobilisasi parsial pada bulan September 2022, sekitar 570.000 orang Rusia telah bergabung dengan militer—kira-kira sama dengan populasi Baltimore, Maryland.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pada bulan September lalu mengatakan bahwa keputusan mobilisasi parsial Putin akan menargetkan 300.000 tentara cadangan dan mantan personel militer dengan keahlian militer tertentu dan pengalaman yang relevan.
"Kami telah melakukan mobilisasi parsial. Tiga ratus ribu orang dipanggil. Kini, selama 6-7 bulan terakhir, 270.000 orang secara sukarela menandatangani kontrak untuk bertugas di angkatan bersenjata dan unit sukarelawan. Proses ini terus berlanjut," kata Putin.
Lihat Juga :