Menlu Prancis: Eropa Barat Butuh Kesepakatan Keamanan dengan Rusia

Senin, 04 September 2023 - 18:58 WIB
loading...
Menlu Prancis: Eropa...
Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Catherine Colonna. Foto/REUTERS
A A A
PARIS - Para pemimpin Barat perlu membangun arsitektur keamanan yang menghormati kepentingan Rusia ketika konflik di Ukraina berakhir.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Catherine Colonna menjelaskan hal itu. Namun, pengaturan seperti itu mungkin tidak sesuai dengan janji pemerintahnya untuk mendukung Kiev sepenuhnya.

“Kami memiliki pandangan negatif terhadap…perilaku Rusia,” ujar Colonna kepada surat kabar Prancis Le Monde pada Minggu (3/9/2023). “Namun, Rusia ada dan akan terus ada.”

“Realitas, sejarah dan geografi membuat negara ini sebagian besar berada di benua Eropa. Kita harus menemukan cara untuk membangun kembali arsitektur keamanan yang kokoh yang mempertimbangkan kepentingan stabilitas semua pihak,” papar dia.

Pernyataan Colonna tidak menandai perubahan radikal dalam kebijakan Prancis sejak awal konflik.

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menyatakan sejak tahun lalu bahwa, “Eropa harus mendiskusikan bagaimana memberikan jaminan kepada Rusia pada hari mereka kembali ke meja perundingan.”

Namun, baik Macron maupun Colonna terus mendukung Ukraina untuk akhirnya bergabung dengan blok NATO, yang dianggap Moskow sebagai ancaman keamanan yang tidak dapat diterima.

Colonna juga mengatakan kepada Le Monde bahwa Paris terus mendukung “kedaulatan penuh, kemerdekaan dan integritas teritorial” Ukraina, mendukung klaim Kiev atas bekas wilayahnya di Donetsk, Lugansk, Kherson, dan Zaporozhye, serta Crimea.

Baca juga: NATO Diprediksi Runtuh pada Tahun 2025, Ini Alasannya

Crimea merupakan wilayah bersejarah Rusia yang bergabung kembali dengan Federasi Rusia pada 2014.

Di mata Moskow, pengembalian wilayah-wilayah ini bukanlah hal yang bisa dinegosiasikan.

“Setiap potensi perjanjian perdamaian dengan Kiev atau negara-negara Barat yang mendukungnya perlu mengakui realitas teritorial baru ini,” ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan pada beberapa kesempatan sejak Donetsk, Lugansk, Kherson, dan Zaporozhye memilih bergabung dengan Federasi Rusia tahun lalu.

Colonna adalah pejabat tinggi Eropa kedua yang menyarankan pada akhir pekan ini bahwa pendukung Kiev dari Barat memberikan janji keamanan kepada Rusia.

Dalam pidatonya di hadapan para mahasiswa pada Sabtu, Gergely Gulyas, menteri yang bertanggung jawab di kantor perdana menteri Hongaria, menyatakan, “Perundingan damai antara Moskow dan Kiev tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan AS, dan Washington harus memberikan jaminan keamanan kepada Rusia, tetapi tentu saja tidak keanggotaan NATO pada Ukraina.”

Gulyas berpendapat meskipun Rusia tidak memiliki kekuatan militer untuk mengancam Eropa tengah yang merupakan sekutu NATO, Ukraina tidak memiliki kemampuan merebut kembali wilayah-wilayah bekasnya.

Dalam situasi ini, dia menyarankan, perdamaian antara Moskow dan Kiev dapat dipertahankan melalui pengerahan pasukan penjaga perdamaian.

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban mengatakan kepada mantan pembawa acara Fox News Tucker Carlson bulan lalu bahwa, “Tanpa melibatkan Rusia dalam arsitektur keamanan Eropa, kita tidak dapat memberikan kehidupan yang aman bagi warganya.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Urutan Mandi Wajib Setelah...
Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar agar Sah Melaksanakan Ibadah Fardhu Lagi
Uruguay Tersingkir,...
Uruguay Tersingkir, Spanyol Juara Grup C dan Tembus Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Sejarah! Cape Verde...
Sejarah! Cape Verde Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 usai Tahan Arab Saudi
Berita Terkini
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved