Pakistan Melarang Perayaan Hari Valentine karena Tak Islami

Selasa, 14 Februari 2017 - 07:54 WIB
Pakistan Melarang Perayaan...
Pakistan Melarang Perayaan Hari Valentine karena Tak Islami
A A A
ISLAMABAD - Pakistan menjadi negara terbaru yang melarang perayaan Hari Valentine oleh publik. Alasannya, perayaan Hari Kasih Sayang saban 14 Februari itu tak Islami atau bukan bagian dari tradisi Muslim.

Putusan itu dijatuhkan oleh Pengadilan Tinggi Islamabad. Putusan, seperti dikutip BBC, Selasa (14/2/2017), keluar setelah upaya pelarangan pada tahun lalu gagal.

Presiden Pakistan Mamnun Hussain mendesak rakyatnya untuk tidak merayakan Hari Valentine. Dia mengkritik perayaan Hari Valentine sebagai impor dari Barat yang bisa merusak nilai-nilai Islam.

Presiden Hussain pernah mengeluarkan larangan serupa pada tahun lalu, namun tak sepenuhnya ditaati rakyatnya. ”Hari Valentine tidak ada hubungannya dengan budaya kita dan itu harus dihindari,” katanya pada tahun lalu.

Pengadilan Tinggi Islamabad menyatakan putusannya berlaku untuk seluruh wilayah. Semua kementerian, pemerintah federal, dan para pejabat diwajibkan menyampaikan putusan itu dalam waktu sepuluh hari.

Perayaan Hari Valentine pernah populer di Pakistan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, sejumlah kelompok agama telah menarik diri dari perayaan itu.

Putusan Pengadilan Tinggi Islamabad juga untuk menanggapi sebuah petisi dari kalangan swasta yang berpendapat bahwa perayaan Hari Valentine telah mempromosikan amoralitas, ketelanjangan dan ketidaksenonohan dengan kedok merayakan cinta.

Di Indonesia, ada juga kalangan pelajar di sejumlah daerah—salah satunya di Surabaya—yang menentang perayaan Hari Valentine. Alasannya, perayaan itu hanya mendorong perilaku seks.

Arab Saudi juga melarang perayaan Hari Valentine sejak 2008. Pada tahun itu, polisi agama di Saudi memerintahkan semua tokok untuk tidak menjual semua barang dengan item “merah” termasuk mawar dan kertas kado yang identik dengan Hari Valentine.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Gagal di Medan Perang,...
Gagal di Medan Perang, Pakistan Tuding India Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 5 Orang
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Berita Terkini
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
51 menit yang lalu
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
1 jam yang lalu
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
2 jam yang lalu
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
2 jam yang lalu
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
2 jam yang lalu
Kapal Pesiar Supermewah...
Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
3 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved