Kenapa Banyak Warga Niger Benci dengan Prancis dan Mengidolakan Rusia?

Selasa, 01 Agustus 2023 - 13:43 WIB
loading...
A A A
Kunci di antaranya adalah gerakan M62, yang dibentuk pada Agustus 2022 oleh koalisi aktivis, gerakan masyarakat sipil, dan serikat pekerja. Mereka memimpin seruan menentang meningkatnya biaya hidup, pemerintahan yang buruk, dan kehadiran pasukan Prancis.

Berbagai protes yang direncanakan oleh kelompok itu dilarang atau dipadamkan dengan kekerasan oleh otoritas Niger dengan pemimpinnya Abdoulaye Seydou dipenjara selama sembilan bulan pada April 2023 karena "mengganggu ketertiban umum".

M62 tampak direvitalisasi setelah pemecatan Presiden Bazoum.

Dalam langkah yang tidak biasa, para anggotanya dikutip oleh TV negara yang memobilisasi protes massa untuk mendukung junta, serta mengecam sanksi oleh para pemimpin Afrika Barat atas kudeta tersebut.

Tidak jelas apakah kelompok itu terkait dengan junta yang dikenal sebagai Dewan Nasional untuk Menjaga Tanah Air (CNSP) atau dengan Rusia.

Tapi itu adalah kelompok payung yang mengorganisir protes hari Minggu, di mana kelompok-kelompok masyarakat sipil yang lebih kecil seperti Komite Koordinasi Perjuangan Demokrasi (CCLD) Bukata dan Aksi Pemuda untuk Niger juga hadir.

Kembali ke Zinder, pengusaha pro-Rusia itu positif tentang bagaimana Moskow dapat membantu tanah airnya. "Saya ingin Rusia membantu keamanan dan makanan," katanya. "Rusia dapat memasok teknologi untuk meningkatkan pertanian kita."

Tapi Moutaka, seorang petani yang juga tinggal di Zinder, menolak argumen ini dan mengatakan kudeta adalah kabar buruk bagi semua orang. "Saya tidak mendukung kedatangan orang Rusia di negara ini karena mereka semua orang Eropa dan tidak ada yang akan membantu kami," katanya. "Saya mencintai negara saya dan berharap kami bisa hidup dalam damai."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
Berita Terkini
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved