Kenapa Banyak Warga Niger Benci dengan Prancis dan Mengidolakan Rusia?

Selasa, 01 Agustus 2023 - 13:43 WIB
loading...
A A A
Niger adalah rumah bagi 24,4 juta orang di mana dua dari setiap lima orang hidup dalam kemiskinan ekstrem, dengan kurang dari USD2,15 per hari.

Baca Juga: 5 Fakta Jenderal Abdourahamane Tiani, Komandan Paspamres yang Jadi Presiden Baru Niger

Presiden Bazoum mulai menjabat pada tahun 2021 dalam transisi kekuasaan demokratis dan damai pertama Niger sejak kemerdekaan pada tahun 1960.

Namun pemerintahnya menjadi target militan Islam yang terkait dengan kelompok Negara Islam dan al-Qaeda yang berkeliaran di bagian Gurun Sahara dan Sahel yang semi-kering di selatan.

Di bawah tekanan kaum Islamis, tentara di Mali dan Burkina Faso yang bertetangga, juga bekas jajahan Prancis dengan kepentingan Prancis yang besar, merebut kekuasaan dalam beberapa tahun terakhir, mengatakan ini akan membantu dalam perang melawan jihadis.

Seperti Niger, kedua negara ini sebelumnya memiliki sejumlah besar pasukan Prancis yang membantu mereka, tetapi ketika serangan Islamis berlanjut. Sentimen anti-Prancis meningkat di seluruh wilayah. Banyak orang di ketiga negara mulai menuduh Prancis tidak berbuat cukup untuk menghentikan mereka.

Begitu berkuasa, junta di Mali menyambut tentara bayaran Rusia Grup Wagner saat mereka pertama kali memaksa keluar pasukan Prancis dan kemudian mendorong ribuan penjaga perdamaian PBB untuk pergi.

Meskipun serangan Islam terus berlanjut di Mali, junta Burkina Faso juga semakin dekat dengan Rusia dan mengusir ratusan pasukan Prancis.

Di Niger, protes anti-Prancis sering dilarang oleh pemerintahan Bazoum.

Beberapa kelompok masyarakat sipil mulai meningkatkan protes anti-Prancis pada pertengahan 2022, ketika pemerintahan Bazoum menyetujui pengerahan kembali pasukan Barkhane Prancis ke Niger setelah mereka diperintahkan untuk meninggalkan Mali.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Kejutan! Paraguay Singkirkan...
Kejutan! Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
Berita Terkini
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved