ISIS Bertanggung Jawab atas Pengeboman yang Menewaskan 54 Orang di Pakistan

Selasa, 01 Agustus 2023 - 07:26 WIB
loading...
A A A
"Demi Tuhan perhatikan situasinya."

Sementara partai Rehman tidak pernah mengumpulkan lebih dari puluhan kursi di parlemen, mereka bisa menjadi sangat penting dalam koalisi mana pun.

"Penting untuk mempertimbangkan mengapa para pekerja dari partai politik yang cenderung religius menjadi sasaran kekerasan seperti itu," kata surat kabar Dawn dalam tajuk rencana.

"Betapapun ultra-konservatifnya pandangan dunia JUI-F, partai tersebut telah memilih untuk memperebutkan kekuasaan dan beroperasi dalam parameter yang ditetapkan oleh Konstitusi Pakistan."

Seorang juru bicara kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Joseph Borrell mengatakan ledakan itu adalah "upaya untuk melemahkan demokrasi".

Pakistan telah mengalami peningkatan tajam dalam serangan militan sejak Taliban Afghanistan kembali berkuasa di negara tetangga Afghanistan pada tahun 2021.

Pada bulan Januari, seorang pembom bunuh diri yang terkait dengan Taliban Pakistan meledakkan dirinya di sebuah masjid di dalam kompleks polisi di kota barat laut Peshawar, menewaskan lebih dari 80 petugas.

Serangan militan telah difokuskan di daerah-daerah yang berbatasan dengan Afghanistan, dan Islamabad menuduh beberapa serangan direncanakan di tanah Afghanistan – tuduhan yang dibantah oleh Kabul.

Analis mengatakan militan di bekas daerah kesukuan memiliki keberanian kembalinya Taliban Afghanistan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Densus Tangkap 8 Terduga...
Densus Tangkap 8 Terduga Teroris JAD Afiliasi ISIS di Sulteng
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Tegas! Erdogan: Israel...
Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia
Rekomendasi
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Makin Mudah Berinvestasi,...
Makin Mudah Berinvestasi, Pegadaian dan KSEI Gandeng Tangan Kembangkan ETF Emas
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved