Jenderal Ukraina: Tank Barat Tidak Efektif Lawan Ladang Ranjau Rusia

Sabtu, 29 Juli 2023 - 06:54 WIB
loading...
Jenderal Ukraina: Tank...
Tentara Rusia memperlihatkan kuburan bangkai kendaraan tempur Bradley Amerika Serikat (AS) dalam sebuah video. Foto/RT
A A A
KIEV - Seorang jenderal top Ukraina memberikan pernyataan menohok terkait situasi perang di negara itu. Menurutnya tank-tank Barat terbukti tidak efektif menghadapi ladang ranjau Rusia yang berlapis-lapis di selatan Ukraina.

Jenderal Oleksandr Tarnavskyi mengatakan bahwa tank tempur Barat dan kendaraan tempur infanteri yang diberikan kepada Ukraina tidak dapat melewati barisan ranjau Rusia di garis depan, sehingga memperlambat serangan balasan mereka yang sangat dinanti.

"Beberapa kendaraan menjadi rusak parah," katanya, memaksa unit Ukraina untuk meninggalkan mereka dan maju perlahan dengan berjalan kaki, dengan risiko terkena tembakan artileri.

Baca Juga: Spesifikasi Helikopter Ka-52 Alligator Rusia yang Ditakuti Ukraina dan NATO

"Pasukan Rusia telah menunjukkan kualitas profesional dengan menghentikan pasukan Ukraina dari bergerak maju dengan cepat," kata Tarnavskyi kepada BBC yang dinukil dari Insider, Sabtu (29/7/2023).

"Saya tidak meremehkan musuh," ia menambahkan.

BBC melaporkan banyak kendaraan buatan Barat, termasuk beberapa tank Leopard dan kendaraan tempur Bradley buatan Amerika Serikat (AS), telah rusak parah.

Seorang insinyur, yang mencoba memperbaiki kendaraan, mengatakan kepada outlet asal Inggris itu bahwa beberapa di antaranya tidak dapat diperbaiki dan harus dibongkar untuk suku cadang atau "dikembalikan ke mitra kami".

"Semakin cepat kami dapat memperbaikinya, semakin cepat kami dapat mengembalikan mereka ke garis depan untuk menyelamatkan nyawa seseorang," kata insinyur tersebut, yang diidentifikasi sebagai Serhii, kepada BBC.

Baca Juga: Kehebatan Onyx, Rudal Rusia Penghancur Pelabuhan Tanpa Bisa Dicegat Ukraina

Menurut sumber terbuka, hampir sepertiga dari kendaraan lapis baja Bradley yang dikirim ke Ukraina sudah tidak berfungsi.

BBC melaporkan bahwa beberapa pasukan Ukraina terpaksa menggunakan tank era Soviet untuk membantu membersihkan ladang ranjau, meskipun peralatan khusus pembersih ranjau mereka tidak selalu cukup untuk mendeteksi bahan peledak yang tersembunyi jauh di dalam tanah.

Insider sendiri sebelumnya melaporkan pejabat Ukraina meminta lebih banyak peralatan pembersihan ranjau untuk membantu meningkatkan kemampuan darat mereka.

Tapi Tarnavsky tetap berpikir positif tentang serangan balasan itu.

"Lambat atau tidak, serangan itu terjadi dan pasti akan mencapai tujuannya," tukasnya.

Baca Juga: September, Tank Abrams Amerika Dilaporkan Tiba di Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved