5 Tantangan 100 Hari Pertempuran di Sudan, Belum Ada Sinyal Perdamaian

Selasa, 25 Juli 2023 - 10:01 WIB
loading...
5 Tantangan 100 Hari...
100 hari perang di Sudan belum menunjukkan akhir. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Konflik Sudan sudah berlangsung selama 100 hari. Konflik tersebut telah menimbulkan korban jiwa yang menghancurkan, menyalakan kembali kekerasan etnis dan memicu kekhawatiran hal itu dapat mengguncang wilayah yang lebih luas.

Pada tanggal 15 April, persaingan antara tentara dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter meledak menjadi perang, mengubah Khartoum dan wilayah ibu kota yang lebih luas menjadi medan perang berdarah. Sejak saat itu, pertempuran juga menyebar ke wilayah Darfur yang dilanda konflik serta sebagian negara bagian Kordofan dan Nil Biru.

Serangkaian inisiatif diplomatik untuk menghentikan perang telah gagal memberikan hasil yang nyata karena pihak-pihak yang bersaing terkunci dalam pertempuran untuk bertahan hidup .

Berikut adalah 5 tantangan utama dalam 100 hari pertempuran di Sudan.

1. Negosiasi Perdamaian Menemui Jalan Buntu

5 Tantangan 100 Hari Pertempuran di Sudan, Belum Ada Sinyal Perdamaian

Foto/Reuters

Pada bulan Mei, kedua pihak yang bertikai setuju untuk mengirim tim negosiasi ke Jeddah, Arab Saudi, untuk memulai pembicaraan yang ditengahi oleh Riyadh dan Washington. Setidaknya 16 perjanjian gencatan senjata diikuti – masing-masing telah runtuh.

Laporan menunjukkan bahwa pembicaraan dapat dilanjutkan saat delegasi tentara kembali ke kota Saudi pada 15 Juli, tetapi sejauh ini belum ada pernyataan resmi yang dibuat.

Saat pembicaraan Jeddah gagal dan pertempuran berlanjut, Uni Afrika (AU) mengungkapkan rencananya sendiri.

Itu termasuk dimulainya dialog politik di antara aktor militer, sipil dan sosial negara tidak hanya untuk menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung, tetapi juga untuk mengatur pengaturan konstitusional untuk masa transisi dan pembentukan pemerintahan sipil.

Berbeda dengan pembicaraan Jeddah, KTT AU dihadiri oleh anggota koalisi sipil yang berbagi kekuasaan dengan militer sebelum Jenderal Abdel Fattah al-Burhan dan Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo, juga dikenal sebagai "Hemedti", mengatur kudeta pada tahun 2021 yang mengakhiri transisi rapuh negara menuju demokrasi.

Namun selain diselenggarakan tiga kali – pertemuan terakhir pada 1 Juni – dan mengeluarkan pernyataan yang luas, KTT tersebut belum memberikan hasil yang berarti.

Baca Juga: Tentara Sudan Bentrok dengan Paramiliter RSF di Darfur, Satu Keluarga Jadi Korban

Kemudian datang upaya negosiasi Otoritas Antarpemerintah untuk Pembangunan (IGAD).

Badan regional, yang terdiri dari delapan negara di sekitar Tanduk Afrika, membentuk komite kuartet – termasuk Kenya, Ethiopia, Djibouti, dan Sudan Selatan – untuk mengatasi krisis Sudan. Tetapi pertemuan IGAD pada 10 Juli diboikot oleh delegasi militer, yang menuduh sponsor utama kuartet itu, Kenya, kurang memihak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Negosiator AS Terus...
Negosiator AS Terus Berkomunikasi dengan Iran, Pakistan Dorong Perdamaian
UEA Bayar Tentara Bayaran...
UEA Bayar Tentara Bayaran Kolombia untuk Membantu Militan Sudan Bunuh Warga Sipil
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Surati 'Sheikh Mata-mata' UEA soal Yaman dan Sudan
Selain Gelontorkan Rp84...
Selain Gelontorkan Rp84 Triliun, BoP Kirim Ribuan Tentara ke Gaza
Ini Teks Lengkap Piagam...
Ini Teks Lengkap Piagam Dewan Perdamaian Trump, Tak Ada Kata Gaza
Negara Mana Saja yang...
Negara Mana Saja yang Setuju dan Menolak Gabung Dewan Perdamaian Trump?
Waisak 2026, Menag:...
Waisak 2026, Menag: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia
Mantan PM Thailand Thaksin...
Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Setelah Mendapat Pengampunan Kerajaan
Trump: Pemimpin Iran...
Trump: Pemimpin Iran Mojtaba Terlibat Langsung dalam Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Mobil Listrik Luce Picu...
Mobil Listrik Luce Picu Kontroversi, Ferrari Dijatuhkan Denda
Geram Difitnah Somasi...
Geram Difitnah Somasi Ibu, Ratu Sofya Resmi Laporkan Produser Film ke Polda Metro Jaya
Ikuti Audisi Miss Indonesia...
Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026, Athaema Eswari Jumhur Sudah Persiapkan Sejak 2024
Berita Terkini
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved