Tidak Ada Oposisi, PM Terlama di Asia Ini Dipastikan Perpanjang Kekuasaan

Minggu, 23 Juli 2023 - 09:43 WIB
loading...
A A A
Tujuh belas partai lain berpartisipasi dalam pemilu tahun ini, tetapi hampir semuanya terlalu kecil, baru, atau bersekutu dengan partai yang berkuasa untuk dianggap sebagai penantang yang kredibel.

Pemilu tahun ini digelar saat ekonomi Kamboja dilanda ketidakpastian dengan penduduk setempat melaporkan tengah berjuang dengan kenaikan harga bahan bakar, upah yang stagnan, dan utang yang meningkat.

Sementara Hun Sen berkampanye untuk terpilih kembali, dia telah menandai bahwa ini mungkin menjadi masa jabatan terakhirnya. Pada 2021, dia mengatakan akan menyerahkan kendali kepada putra sulungnya yang saat ini memimpin Angkatan Darat Kerajaan Kamboja.

Han Manet adalah kandidat pertama kali untuk kursi parlemen pemilihan ini dan memimpin hari terakhir kampanye partai di Phnom Penh pada hari Jumat.

Tidak ada kerangka waktu yang diberikan untuk peralihan kekuasaan hingga Kamis, ketika Hun Sen mengisyaratkan putranya "dapat menjadi" perdana menteri dalam tiga atau empat minggu.

Partai Hun Sen telah memenangkan semua enam pemilihan nasional yang diadakan setiap lima tahun sejak 1990-an, ketika PBB membantu negara Asia Tenggara berpenduduk 16 juta orang itu menjadi negara demokrasi yang berfungsi setelah puluhan tahun perang saudara dan rezim pembunuh Khmer Merah.

Selama empat dekade, dia telah mengkonsolidasikan kekuasaan melalui kendali atas militer, polisi, dan kepentingan uang. Pengamat mengatakan dia telah mengirim lawan melalui kooptasi, memenjarakan atau mengasingkan mereka.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Penting tentang Pemilu Kamboja
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Pakar Militer Ini Sebut...
Pakar Militer Ini Sebut AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia
IATA Peringatkan Krisis...
IATA Peringatkan Krisis Avtur akan Terjang Asia Terlebih Dulu, Baru Eropa dan Amerika Latin
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Kapal Perang AS Sambangi...
Kapal Perang AS Sambangi Pangkalan AL Kamboja yang Didanai China
Bos Scam Chen Zhi Ditangkap,...
Bos Scam Chen Zhi Ditangkap, China Desak Seluruh Kaki Tangannya Menyerah
Penghargaan Regional...
Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
Kebakaran Panti Asuhan...
Kebakaran Panti Asuhan Tewaskan Setidaknya 11 Orang, Termasuk Anak-Anak
Heboh! 100 Lebih Politisi...
Heboh! 100 Lebih Politisi Demokrat di DPR AS Tolak Bantuan Militer untuk Israel
Rekomendasi
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Mampukah Messi Goyang Dominasi Eropa?
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Alasan Bersedia Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved