2 Tentara Bayaran Asing yang Direkrut Rusia, Salah Satunya Mantan Musuh Bebuyutan

Sabtu, 22 Juli 2023 - 01:16 WIB
loading...
2 Tentara Bayaran Asing...
Gurkha menjadi tentara bayaran andalan yang disewa Rusia. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Perang antara Rusia dan Ukraina telah menjadi magnet bagi para tentara bayaran dari berbagai negara yang dapat ditemukan di jajaran kedua pasukan. Tapi, Rusia dikenal salah satu negara yang selektif dalam merekrut tentara bayarangan asing.

Berikut adalah 2 kelompok tentara bayaran yang direkrut Rusia.

1. Gurkha dari Nepal

2 Tentara Bayaran Asing yang Direkrut Rusia, Salah Satunya Mantan Musuh Bebuyutan

Foto/Reuters

Beberapa tentara bayaran itu datang dari tempat yang tidak terduga. Misalnya, video telah muncul yang memperlihatkan warga dari Nepal - rumah tentara legendaris Gurkha - yang telah bergabung dengan militer Rusia.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Nepal Express, dua pemuda Nepal menggambarkan pelayanan mereka. Salah satunya adalah seorang mahasiswa di universitas Rusia, sementara yang lainnya adalah mantan tentara Angkatan Darat Nepal yang bekerja sebagai satpam di Dubai sebelum mengunjungi Rusia sebagai turis dan kemudian mendaftar.

Pada September 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit yang mempercepat proses kewarganegaraan bagi orang asing yang menandatangani kontrak untuk bergabung dengan militer. Namun kedua tentara Nepal itu menjelaskan bahwa bertugas di militer Rusia yang terkenal brutal bukanlah pilihan karir pertama mereka.

Pelajar Nepal itu mengatakan beremigrasi ke AS atau Inggris akan sulit, yang meninggalkan prospek pengangguran di Nepal, negara pegunungan yang miskin di mana sekitar seperempat penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.

"Kami sedang berpikir untuk bergabung dengan tentara Prancis," kata mantan tentara Nepal itu. "Ada proses yang panjang dan sulit untuk masuk ke Eropa. Rusia menjadi mudah."

2. Pasukan Komando Afghanistan

2 Tentara Bayaran Asing yang Direkrut Rusia, Salah Satunya Mantan Musuh Bebuyutan

Foto/Reuters

Ironisnya, Rusia juga merekrut mantan pasukan komando Afghanistan yang dilatih oleh militer AS untuk melawan Taliban dan keluarganya mungkin berperang melawan tentara Soviet yang menduduki Afghanistan pada 1980-an.

Seperti orang Nepal, orang Afghanistan tidak bergabung karena cinta Rusia atau kebencian terhadap Ukraina.

Melansir Insider, mereka diburu oleh Taliban yang sekarang memerintah Afghanistan dan membutuhkan tempat perlindungan dan uang untuk menghidupi keluarga mereka, sehingga prospek berjuang untuk Moskow - dengan USD1.500 sebulan - kemungkinan merupakan alternatif yang paling tidak buruk.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp52,85 Triliun per Mei 2026, Ini 4 Pilar Penopangnya
Catat! Minggu 28 Juni...
Catat! Minggu 28 Juni 2026 Tidak Ada CFD di Jalan Rasuna Said
KPK Cecar Maruf Cahyono...
KPK Cecar Ma'ruf Cahyono terkait Penerimaan Uang selama Jabat Sekjen MPR
Berita Terkini
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Infografis
4 Fakta AS Melemahkan...
4 Fakta AS Melemahkan NATO, Salah Satunya Mesra dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved