Nasib Warga AS yang Ditahan Korea Utara, Ada yang Meninggal Setelah Dibebaskan

Kamis, 20 Juli 2023 - 16:14 WIB
loading...
A A A
Dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa, dengan media pemerintah menyatakan bahwa dia hanya lolos dari hukuman mati sebagai hasil dari "pengakuan yang jujur".

Selama berada di tahanan, keluarganya mengatakan bahwa kesehatannya memburuk akibat kondisi yang buruk dan pekerjaan yang sulit. Sebagian dari penahanannya dihabiskan di kamp kerja paksa untuk orang asing di mana dia adalah satu-satunya narapidana.

Bae kemudian dibebaskan dan kembali ke AS bersama dengan Miller setelah kunjungan rahasia ke Pyongyang oleh Direktur Intelijen Nasional James Clapper.

Setelah dibebaskan, Bae menulis memoar, "Not Forgotten: The True Story of My Prisonment in North Korea" di mana dia mengatakan bahwa dia diinterogasi dari pukul 08:00 pagi sampai pukul 22:00 atau 23:00 malam setiap hari selama empat minggu pertama penahanannya.

Interogatornya menuntut ratusan halaman pengakuan.

Dia mengatakan seorang interogator terus mengatakan kepadanya: "Tidak ada yang mengingat Anda. Anda telah dilupakan oleh orang-orang, pemerintah Anda. Anda tidak akan pulang dalam waktu dekat. Anda akan berada di sini selama 15 tahun. Anda akan berusia 60 tahun sebelum Anda pulang ke rumah".

5. Eura Lee dan Laura Ling, 2009

Nasib Warga AS yang Ditahan Korea Utara, Ada yang Meninggal Setelah Dibebaskan

Foto: BBC

Pada bulan Maret 2009, Korut menangkap dua jurnalis yang berbasis di California, Eura Lee dan Laura Ling, yang sedang membuat film dokumenter tentang kondisi kemanusiaan di perbatasan China dengan negara itu. Dua anggota kru lainnya, seorang juru kamera AS dan seorang pemandu asal China, melarikan diri dan ditahan sebentar oleh otoritas China.

Ling kemudian mengakui mereka melintasi perbatasan, meskipun dia mengatakan mereka menghabiskan waktu kurang dari satu menit di Korut sebelum mencoba untuk kembali ke China.

Lee dan Ling segera didakwa melintasi perbatasan secara ilegal dan pada Juni 2009 dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dan kerja paksa.

"Saya telah mencoba mempersiapkan diri untuk hukuman yang panjang tetapi tidak ada yang bisa mempersiapkan saya untuk vonis," kata Ling kepada National Public Radio (NPR).

"Saya bertanya-tanya apakah kata-kata itu berarti jendela kesempatan telah tertutup dan takdir saya telah ditentukan," imbuhnya.

Namun, pada Agustus tahun itu, keduanya dibebaskan setelah kunjungan mendadak sebelumnya ke Pyongyang oleh mantan Presiden Bill Clinton.

Sementara kunjungan itu terjadi di tengah-tengah serangkaian negosiasi antara pemerintah Korut dan pemerintahan Obama, Gedung Putih mengatakan bahwa kunjungan Clinton adalah "misi pribadi semata".

"Tidak ada pertukaran uang dan tidak ada diplomasi yang dilakukan," kata Ling kepada NPR. "Itu benar-benar misi kemanusiaan pribadi," jelasnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
AS Serang Iran, Menlu...
AS Serang Iran, Menlu Araghchi: Kami Balas!
Rekomendasi
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Berita Terkini
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Infografis
5 Senjata Nuklir Rusia...
5 Senjata Nuklir Rusia dan Korea Utara yang Paling Ditakuti
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved