Takut Wajib Militer, 1,5 Juta Warga Rusia Pilih Hengkang ke Luar Negeri

Rabu, 12 Juli 2023 - 23:12 WIB
loading...
Takut Wajib Militer,...
Wajib militer menjadi mimpi buruk bagi warga Rusia sehingga mereka memilih pergi ke luar negeri. Foto/Kommersant
A A A
MOSKOW - Sebanyak 700.000 hingga 1,5 juta warga Rusia diperkirakan telah meninggalkan negara itu setelah serangan ke Ukraina pada Februari 2022. Itu disebabkan karena menentang perang atau takut dikirim ke garis depan.

Pejabat Rusia bekerja untuk memikat kembali ratusan ribu warga yang pindah ke luar negeri sejak peluncuran serangan militer negara itu terhadap Ukraina - tetapi sejauh ini hanya memberi mereka sedikit, jika ada, insentif untuk kembali.

Bagi Kremlin, eksodus massal sebagian besar pekerja muda dan berpendidikan ini adalah masalah yang mendesak. Kenapa? Itu karena memperburuk kesengsaraan ekonomi dan demografis negara, yang terakhir di antaranya Moskow menganggap masalah keamanan nasional.

Presiden Vladimir Putin pada bulan Juni mengklaim bahwa setengah dari orang Rusia yang meninggalkan negara itu setelah dimulainya konflik telah kembali, dan lebih banyak dari mereka masih kembali.

Pidatonya di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg mendorong para pejabat, seperti Ketua Duma Negara Bagian Vyacheslav Volodin, untuk memperbaharui seruan agar para warganya di luar negeri untuk pulang.



“Warga negara kita yang tinggal di negara Barat perlu memikirkan ke mana mereka pergi, apa yang mereka temukan, dan apa yang menanti mereka,” tulis Volodin di saluran Telegramnya, dilansir Moscow Times. “Mempertimbangkan apa yang terjadi, adalah benar untuk akhirnya mulai bersikap rasional. Hari ini ada kesempatan untuk kembali, tapi besok, karena histeria yang melanda Eropa Barat, (kesempatan ini) mungkin hilang.”

Jurnalis pro-Kremlin Alexander Kots menerbitkan surat di tabloid Komsomolskaya Pravda yang konon ditulis oleh seorang spesialis IT yang meninggalkan Rusia ke Eropa setelah Februari 2022, tetapi segera menghadapi Russophobia dan kurangnya dukungan sosial. Sampai baru-baru ini, spesialis IT menggambarkan dirinya sebagai "liberal", tetapi bertemu dengan seorang pria Serbia yang membandingkan Rusia saat ini dengan Yugoslavia pada 1990-an berubah pikiran.

"Saya kembali ke Rusia, dan saya sangat senang tentang itu," tulis penulis surat itu - yang banyak berspekulasi adalah Kots sendiri - menulis. “Saya tidak akan meninggalkan tanah air saya lagi. Saya akan membesarkan putra saya (atau lebih dari satu putra, jika Tuhan menghendaki) di sini dan akan menyerahkan semua ini kepadanya. Dan saya tidak akan mengecewakan tanah air saya sekarang, percayalah.

Terlepas dari seruan pejabat dan upaya propaganda, tidak ada insentif substansial untuk memikat kembali para emigran Rusia yang muncul.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ayah Elon Musk Ungkap...
Ayah Elon Musk Ungkap Putra Kesayangannya Kagumi Putin
Siapa Yuri Napso? Anggota...
Siapa Yuri Napso? Anggota Parlemen Rusia Dipecat setelah Membolos Kerja selama 200 Hari Tanpa Alasan
Pihak Ketiga Berusaha...
Pihak Ketiga Berusaha Gagalkan Perundingan AS-Rusia, Siapa Mereka?
Trump Pilih Kasih, Mengapa...
Trump Pilih Kasih, Mengapa AS Tidak Kenakan Perang Tarif kepada Rusia?
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
Para Pemimpin Dunia...
Para Pemimpin Dunia Diam-diam Berbicara dengan Putin
Meme Trump dan Penguin...
Meme Trump dan Penguin Viral Setelah AS Kenakan Tarif Pada Pulau Tanpa Penduduk
Dimakzulkan sebagai...
Dimakzulkan sebagai Presiden Korsel, Begini Komentar Yoon Suk Yeol
Rekomendasi
Arus Balik, Gerbang...
Arus Balik, Gerbang Tol Cikatama Dipadati Kendaraan dari Trans Jawa Malam Ini
Gempa Myanmar Hancurkan...
Gempa Myanmar Hancurkan Kota Purba di Mandalay
Jelang Puncak Arus Balik...
Jelang Puncak Arus Balik Lebaran, Lalu Lintas Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Meningkat
Berita Terkini
10 Negara yang Kena...
10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
3 jam yang lalu
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump, Kok Bisa?
3 jam yang lalu
4 Negara Islam yang...
4 Negara Islam yang Terdampak Tarif Impor AS Terbesar, Nomor 2 Pernah Diinvasi
4 jam yang lalu
Siapa Haitham bin Tariq?...
Siapa Haitham bin Tariq? Raja Oman yang Ubah Konstitusi demi Naikkan Jabatan Putranya
5 jam yang lalu
Ayah Elon Musk Ungkap...
Ayah Elon Musk Ungkap Putra Kesayangannya Kagumi Putin
7 jam yang lalu
Siapa yang Jadi Pemenang...
Siapa yang Jadi Pemenang dalam Perang Dagang?
7 jam yang lalu
Infografis
Takut Dibunuh Rusia,...
Takut Dibunuh Rusia, 100.000 Tentara Ukraina Pilih Desersi
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved