Pertama Kalinya dalam Satu Dekade, Salju Turun di Johannesburg
Rabu, 12 Juli 2023 - 01:52 WIB
loading...
Salju turun di Johannesburg, Afrika Selatan, pertama kalinya dalam satu dekade. Foto/Russia Today
A
A
A
JOHANNESBURG - Kota terbesar di Afrika Selatan , Johannesburg, menyaksikan hujan salju pertamanya dalam lebih dari satu dekade pada hari Senin. Peristiwa langka ini menghadirkan pengalaman musim dingin yang langka bagi penduduk setempat.
Puseletso Mofokeng, peramal cuaca senior di South African Weather Service (SAWS), mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa salju terakhir kali terlihat di kota itu pada 2012, dan sebelumnya tidak pernah sejak 1996.
Sebelumnya, SAWS mengeluarkan peringatan salju yang mengganggu di beberapa bagian Eastern Cape dan KwaZulu-Natal.
Baca Juga: Kebocoran Gas Beracun Tewaskan Belasan Orang di Afrika Selatan, Termasuk Anak-anak
"Ancaman terhadap kehidupan dan hipotermia ada jika tidak dilakukan perawatan," dinas cuaca setempat memperingatkan pada Senin seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (12/7/2023).
Badan itu juga mendesak warga untuk menjaga badan tetap hangat, meskipun suhu telah naik hingga 13 derajat Celcius.
Media lokal melaporkan, mengutip SAWS, bahwa sistem palung atas yang intens dan gelombang udara yang dingin menyebabkan hawa dingin yang tidak biasa.
Baca Juga: Viral Menginjak-injak Pria Tak Bersenjata, Pengawal Wapres Afsel Dipidanakan
Wayne Venter, seorang ahli meteorologi dan peramal di SAWS, mengatakan kepada outlet berita Daily Maverick bahwa sistem palung atas yang intens pada dasarnya adalah area dengan tekanan lebih rendah di atmosfer yang berkelok-kelok karena angin kencang.
Selain wilayah Gauteng, yang meliputi Johannesburg dan Soweto, salju juga terlihat di provinsi lain, termasuk Eastern Cape dan Mpumalanga.
Pemandangan salju yang langka telah menyenangkan banyak penduduk setempat, beberapa di antaranya menggunakan media sosial untuk mengungkapkan kegembiraan mereka. Penduduk di Johannesburg menggambarkannya sebagai "keajaiban", "masalah besar", dan "awal minggu yang luar biasa".
Baca Juga: Presiden Afrika Selatan kepada Putin: Perang Ukraina Harus Diakhiri
Puseletso Mofokeng, peramal cuaca senior di South African Weather Service (SAWS), mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa salju terakhir kali terlihat di kota itu pada 2012, dan sebelumnya tidak pernah sejak 1996.
Sebelumnya, SAWS mengeluarkan peringatan salju yang mengganggu di beberapa bagian Eastern Cape dan KwaZulu-Natal.
Baca Juga: Kebocoran Gas Beracun Tewaskan Belasan Orang di Afrika Selatan, Termasuk Anak-anak
"Ancaman terhadap kehidupan dan hipotermia ada jika tidak dilakukan perawatan," dinas cuaca setempat memperingatkan pada Senin seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (12/7/2023).
Badan itu juga mendesak warga untuk menjaga badan tetap hangat, meskipun suhu telah naik hingga 13 derajat Celcius.
Media lokal melaporkan, mengutip SAWS, bahwa sistem palung atas yang intens dan gelombang udara yang dingin menyebabkan hawa dingin yang tidak biasa.
Baca Juga: Viral Menginjak-injak Pria Tak Bersenjata, Pengawal Wapres Afsel Dipidanakan
Wayne Venter, seorang ahli meteorologi dan peramal di SAWS, mengatakan kepada outlet berita Daily Maverick bahwa sistem palung atas yang intens pada dasarnya adalah area dengan tekanan lebih rendah di atmosfer yang berkelok-kelok karena angin kencang.
Selain wilayah Gauteng, yang meliputi Johannesburg dan Soweto, salju juga terlihat di provinsi lain, termasuk Eastern Cape dan Mpumalanga.
Pemandangan salju yang langka telah menyenangkan banyak penduduk setempat, beberapa di antaranya menggunakan media sosial untuk mengungkapkan kegembiraan mereka. Penduduk di Johannesburg menggambarkannya sebagai "keajaiban", "masalah besar", dan "awal minggu yang luar biasa".
Baca Juga: Presiden Afrika Selatan kepada Putin: Perang Ukraina Harus Diakhiri
(ian)
Lihat Juga :