Bagaimana Populasi Dunia pada 2050?

Selasa, 11 Juli 2023 - 21:45 WIB
loading...
A A A
Secara sederhana, populasi suatu negara dapat ditentukan oleh empat faktor: kelahiran, kematian, imigrasi (orang yang masuk ke negara tersebut), dan emigrasi (orang yang meninggalkan negara tersebut).

Jika jumlah kelahiran dan imigrasi melebihi jumlah kematian dan emigrasi, populasi negara akan bertambah. Sebaliknya, jika terjadi sebaliknya, populasi akan menurun.

Pada tahun 2022, hampir 134 juta bayi lahir di seluruh dunia. Itu adalah rata-rata 367.000 bayi baru lahir setiap hari. Meskipun ini mungkin terdengar banyak, sebenarnya ini adalah jumlah bayi baru lahir terendah sejak tahun 2001.

Jumlah kematian di seluruh dunia juga meningkat secara bertahap dari kurang dari 50 juta sebelum tahun 1990-an menjadi 58 juta pada tahun 2019. Namun, selama pandemi COVID-19, kematian meningkat tajam. Pada tahun 2020, tercatat 63 juta kematian, diikuti dengan rekor 69 juta pada tahun 2021. Sekitar 67 juta kematian tercatat pada tahun 2022, menurut perkiraan.

Hasil bersihnya adalah populasi global yang tumbuh sebesar 0,8%.

Baca Juga: 5 Fakta Kenaikan Populasi Dunia di saat Resesi Seks Terus Menguat

3. Afrika mengalami pertumbuhan populasi tercepat

Bagaimana Populasi Dunia pada 2050?

Foto/Reuters

Afrika merupakan benua dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan negara-negara termasuk Niger, Uganda, DRC, Angola, Chad, Mali, dan Somalia masing-masing tumbuh dengan laju lebih dari 3% per tahun.

Di sisi lain, sebagian besar populasi yang menyusut paling cepat di dunia berada di Eropa dan Asia Timur. Tingkat kelahiran yang rendah telah mendorong pemerintah untuk meluncurkan berbagai insentif keuangan dan dukungan kepada ibu baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Taiwan Luncurkan Robot...
Taiwan Luncurkan Robot Anjing Bersenjata untuk Berbagai Misi
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Laporan Media: AS Tekan...
Laporan Media: AS Tekan Oman untuk Putuskan Hubungan dengan Iran
Korut Lipat Gandakan...
Korut Lipat Gandakan Produksi Senjata Nuklir, Kim Jong Un: Ancaman Keamanan Memburuk!
Rekomendasi
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved