Bos Wagner: Kami Tunjukkan Kelas Master Bagaimana Menginvasi Ukraina

Selasa, 27 Juni 2023 - 09:39 WIB
loading...
Bos Wagner: Kami Tunjukkan...
Bos tentara bayaran Wagner Group Yevgeny Prigozhin klaim aksinya akhir pekan lalu bukan kudeta militer terhadap pemerintah Rusia, tapi pertunjukkan kelas master tentang cara menginvasi Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Bos tentara bayaran Wagner Group Yevgeny Prigozhin mengatakan pemberontakan satu hari di Rusia akhir pekan lalu adalah pertunjukan "kelas master" tentang bagaimana seharusnya menginvasi Ukraina.

Menurutnya, aksi yang dipahami banyak pihak sebagai kudeta militer itu bukan untuk menggulingkan pemerintah Presiden Vladimir Putin.

Dalam komentar publik pertamanya sejak mengakhiri pemberontakan pada Sabtu malam, Prigozhin mengulangi klaimnya yang sering bahwa Wagner Group adalah kekuatan tempur paling efektif di Rusia dan bahkan dunia.

Dia mengatakan cara mereka merebut kota Rostov-on-Don di Rusia selatan tanpa pertumpahan darah dan mengirim konvoi bersenjata ke jarak 200 km dari Moskow telah menjadi bukti keefektifan para tentara bayarannya.

Baca Juga: Bawa 25.000 Tentara Bayaran Siap Mati saat Kudeta Rusia, Bos Wagner Dihujat Anak Buahnya

"Kami menunjukkan kelas master, sebagaimana seharusnya [menginvasi Ukraina] pada 24 Februari 2022," katanya dalam pesan audio berdurasi 11 menit yang dirilis di Telegram, sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (27/6/2023).

"Kami tidak memiliki tujuan untuk menggulingkan rezim yang ada dan pemerintah yang terpilih secara sah," katanya lagi tanpa mengungkap lokasi keberadaannya sekarang.

Prigozhin memperbarui tuduhan, sejauh ini tidak didukung oleh bukti, bahwa militer Rusia telah menyerang kamp Wagner dengan rudal dan kemudian helikopter, menewaskan sekitar 30 orangnya.

Menurutnya serangan itulah yang menjadi pemicu langsung dari apa yang disebutnya "pawai keadilan" pada akhir pekan lalu.

Wagner menghentikan gerak majunya menuju Moskow pada saat Prigozhin menyadari bahwa pihaknya harus menghadapi pasukan Rusia yang menunggu, dan bahwa darah pasti akan tertumpah.

Prigozhin, mantan sekutu dekat Presiden Putin, menekankan bahwa Wagner tidak menumpahkan setetes darah pun ke tanah selama pawai ke utara, tetapi menyesali bahwa para tentara bayarannya harus membunuh tentara Rusia yang menyerang konvoi mereka dari helikopter.

Dia juga sekali lagi mengeluh tentang perintah militer yang harus ditandatangani oleh semua unit sukarelawan termasuk Wagner Group sebelum 1 Juli menempatkan diri mereka di bawah kendali Kementerian Pertahanan Rusia.

Menurutnya, kurang dari dua persen anak buahnya telah mendaftar.

"Tujuan pawai adalah untuk menghindari kehancuran Wagner," katanya.

Dalam rekaman audio tersebut, Prigozhin tidak menjawab pertanyaan apa pun yang masih seputar kesepakatan yang ditengahi oleh Presiden Belarusia Alexander Lukashenko yang mengakhiri pemberontakan Wagner.

Kremlin sebelumnya mengatakan bahwa kesepakatan itu termasuk membatalkan tuntutan pidana terhadap Prigozhin dan membiarkan kepindahannya ke Belarusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved