Rontok Dihantam Patriot, Ukraina Ejek Rudal Kinzhal Rusia

Minggu, 18 Juni 2023 - 14:13 WIB
loading...
Rontok Dihantam Patriot,...
Wali Kota Kiev Vitali Klitschko berpose dengan bagian dari rudal Kinzhal yang berhasil ditembak jatuh sistem rudal Patriot. Foto/Newsweek
A A A
KIEV - Ukraina merilis sebuah yang video yang mengejek keefektifan rudal hipersonik Kinzhal milik Rusia , yang disebut tidak terkalahkan oleh Kremlin, setelah sejumlah besar rudal itu rontok ditembak jatuh sistem rudal Patriot buatan Amerika Serikat (AS).

Menurut video yang diterbitkan oleh Pusat Komunikasi Strategis dan Keamanan Informasi Ukraina (CSCIS), sebuah badan milik negara, Kiev telah berhasil menembak jatuh 13 rudal Kinzhal selama beberapa bulan terakhir.

Rusia terus membombardir kota-kota di seluruh Ukraina menggunakan rudal dan drone, banyak di antaranya dihancurkan oleh sistem pertahanan udara, sementara pasukan Ukraina mulai melakukan serangan balik terhadap pasukan Moskow di bagian selatan dan timur negara itu.

Menurut laporan media Rusia, Kinzhal adalah rudal balistik yang diluncurkan dari udara yang dapat melakukan perjalanan 10 kali kecepatan suara, hingga jarak 1.250 mil. Kantor berita Rusia TASS mengatakan senjata yang biasanya ditembakkan dari jet tempur MiG-31K Rusia pertama kali dikerahkan di Ukraina pada Maret 2022.

Namun, keefektifannya telah berkurang secara signifikan dengan kedatangan sistem rudal Patriot, yang disumbangkan oleh AS, Jerman, dan Belanda, yang pertama kali tiba di tanah Ukraina pada April 2023.

Baca Juga: Rudal-rudal Rusia Gempur Pusat Komando Militer Ukraina dari Laut dan Udara

Video CSCIS yang mengolok-olok rudal Kinzhal telah diposting di Twitter pada 16 Juni.

"Pernahkah Anda mendengar bahwa rudal 'Kinzhal' tidak terkalahkan? Tonton video ini untuk mengetahui kebenarannya," bunyi pesan dari video tersebut seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (18/6/2023).

Klip dimulai dengan rekaman arsip Presiden Rusia Vladimir Putin dengan bangga membahas Kinzhal, sebelum muncul teks yang menyatakan: "Rusia ingin Anda percaya bahwa rudal Kinzhal yang 'tak terkalahkan' dapat menghasilkan keajaiban. Dan bahkan menghindari sistem pertahanan udara. Seperti semua yang dikatakan Rusia...Itu bohong."

"Dalam dua bulan terakhir kami telah menembak jatuh 13 Kinzhal dengan rudal patriot buatan Amerika. Senjata Barat menyelamatkan Ukraina dan Ukraina menghancurkan mitos Rusia," sambung pesan itu.

Teks tersebut disertai dengan cuplikan tembakan baterai Patriot dan Wali Kota Kiev Vitali Klitschko berpose dengan bagian dari Kinzhal yang telah ditembakkan ke Ukraina, sementara lagu 'What a Difference a Day Made' diputar sebagai latar belakang.

BacaJuga: Putin: Saya Bisa Hancurkan Bangunan Apa Pun di Ibu Kota Ukraina, tapi...

Awal bulan ini, Raytheon Technologies, kontraktor pertahanan AS yang memimpin produksi sistem pertahanan udara Patriot, mengumumkan akan meningkatkan produksi menjadi 12 baterai per tahun, dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal.

Mengomentari kinerja misil, Greg Hayes, kepala eksekutif perusahaan, berkomentar: "Kami sangat terkejut dengan keefektifannya."

Keberhasilan sistem pertahanan udara Ukraina telah membuat beberapa orang mempertanyakan apakah Kinzhal benar-benar memiliki kemampuan hipersonik.

Berbicara kepada Newsweek, pakar militer David Hambling, penulis buku tentang penggunaan drone dalam peperangan, berkomentar: "Jika Kinzhal benar-benar rudal hipersonik seperti yang diklaim Putin — yang mampu melakukan manuver rumit lebih dari Mach 5 — maka akan sangat sulit untuk mencegat dengan sistem anti-rudal saat ini."

“Namun, semua indikasi Kinzhal hanyalah rudal balistik yang diluncurkan dari udara,” tukasnya.

Baca Juga: Intel Inggris Konfirmasi Jenderal Rusia Sergei Goryachev Tewas Dirudal Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Bisa Tetap Berkarya!...
Bisa Tetap Berkarya! Ini Tips Menjaga Kualitas Hidup Setelah Pensiun
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved