Menyamar Jadi Warga Sipil, Tentara Israel Culik Bocah Palestina
Sabtu, 25 Juli 2020 - 11:24 WIB
loading...
Moath Ewewi, 12, bocah Palestina yang diculik para tentara Israel yang menyamar sebagai warga sipil di Yerusalem. Foto/Palestine Chronicle
A
A
A
YERUSALEM - Seorang bocah Palestina berusia 12 tahun diculik oleh beberapa tentara Israel yang menyamar sebagai warga sipil di Issawiya, Yerusalem. Bocah kecil itu dibawa pergi ke tujuan yang tak diketahui.
Menurut saksi setempat, yang dilansir kantor berita Wafa, Sabtu (25/7/2020), beberapa tentara Israel yang mengenakan pakaian sipil turun dari mobil sipil. Mereka lantas menangkap bocah bernama Moath Ewewi dan membawanya pergi.
Salah satu tentara membidikkan pistol ke arah warga yang merekam penculikan tersebut. Sedangkan dua tentara lainnya terlihat menyeret Ewewi ke dalam mobil.
Kota Issawiya telah mengalami pelanggaran yang berkelanjutan, termasuk penculikan banyak warga Palestina, invasi harian dan penggeledahan rumah dengan kekerasan. Para warga Palestina juga dikenai denda dan biaya lain yang sangat tinggi oleh otoritas pendudukan. (Baca: Netanyahu Sebut Aneksasi Tepi Barat Sebagai Peluang Bersejarah )
Menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM), aksi penggerebekan dan penculikan yang sistematis dan meluas ini untuk menanamkan rasa takut di antara orang-orang Palestina. Selain itu juga untuk menekan mereka.
Menurut saksi setempat, yang dilansir kantor berita Wafa, Sabtu (25/7/2020), beberapa tentara Israel yang mengenakan pakaian sipil turun dari mobil sipil. Mereka lantas menangkap bocah bernama Moath Ewewi dan membawanya pergi.
Salah satu tentara membidikkan pistol ke arah warga yang merekam penculikan tersebut. Sedangkan dua tentara lainnya terlihat menyeret Ewewi ke dalam mobil.
Kota Issawiya telah mengalami pelanggaran yang berkelanjutan, termasuk penculikan banyak warga Palestina, invasi harian dan penggeledahan rumah dengan kekerasan. Para warga Palestina juga dikenai denda dan biaya lain yang sangat tinggi oleh otoritas pendudukan. (Baca: Netanyahu Sebut Aneksasi Tepi Barat Sebagai Peluang Bersejarah )
Menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM), aksi penggerebekan dan penculikan yang sistematis dan meluas ini untuk menanamkan rasa takut di antara orang-orang Palestina. Selain itu juga untuk menekan mereka.
Lihat Juga :