Buron AS yang Ditangkap di Bali Memproduksi Film Porno
Sabtu, 25 Juli 2020 - 08:26 WIB
loading...
Buron Interpol dan polisi Amerika Serikat, Marcus Beam, dihadirkan dalam briefing di Markas Kepolisian Daerah Bali, Jumat (24/7/2020).Foto/SINDOnews.com/Miftachul Husna
A
A
A
DENPASAR - Seorang pria Amerika Serikat (AS) yang diburu polisi Amerika dan Interpol karena menjalankan penipuan investasi ditangkap di Bali, Indonesia. Selama pelarian di pulau dewata, buron Amerika ini memproduksi film porno.
Menurut polisi Bali, buron bernama Marcus Beam ini bekerja sebagai aktor sekaligus sutradara film dewasa.
Dia ditangkap pada hari Kamis, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-50. Dia diburu Interpol dan polisi Amerika Serikat karena menipu klien dan wanita yang ditemuinya secara online dengan motif investasi palsu. Dia sudah meraup sekitar USD500.000 sejak 2015 hingga 2019.
"Dia mengaku sebagai manajer investasi tetapi tidak menginvestasikan dana dan malah membelanjakannya untuk pengeluarannya sendiri," kata Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Bali Inspektur Jenderal Polisi Petrus Reinhard Golose kepada wartawan.
Warga Chicago, AS, ini mengenakan masker pelindung dari Covid-19 dan sarung tangan saat briefing hari Jumat. Dia menghadapi sembilan tuduhan penipuan dalam dakwaan yang diajukan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS pada tahun lalu.
Menurut polisi Bali, buron bernama Marcus Beam ini bekerja sebagai aktor sekaligus sutradara film dewasa.
Dia ditangkap pada hari Kamis, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-50. Dia diburu Interpol dan polisi Amerika Serikat karena menipu klien dan wanita yang ditemuinya secara online dengan motif investasi palsu. Dia sudah meraup sekitar USD500.000 sejak 2015 hingga 2019.
"Dia mengaku sebagai manajer investasi tetapi tidak menginvestasikan dana dan malah membelanjakannya untuk pengeluarannya sendiri," kata Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Bali Inspektur Jenderal Polisi Petrus Reinhard Golose kepada wartawan.
Warga Chicago, AS, ini mengenakan masker pelindung dari Covid-19 dan sarung tangan saat briefing hari Jumat. Dia menghadapi sembilan tuduhan penipuan dalam dakwaan yang diajukan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS pada tahun lalu.
Lihat Juga :