Zelensky Sebut Trump Tak Bisa Diprediksi, tapi Mengharapkannya Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Jum'at, 03 Januari 2025 - 10:10 WIB
loading...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) sebut presiden terpilih AS Donald Trump tak bisa diprediksi. Namun, dia mengharapkannya untuk akhiri perang Rusia-Ukraina. Foto/Doug Mills/The New York Times
A
A
A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak bisa diprediksi. Namun, dia berharap Trump dapat mengkhiri perang Rusia-Ukraina.
Trump, yang akan menjabat pada 20 Januari 2025, telah berjanji bahwa dia akan mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun tersebut dalam 24 jam setelah berkuasa.
Kyiv skeptis dengan janji tersebut, dan khawatir Ukraina akan dipaksa menyerahkan tanahnya yang dikuasai pasukan Rusia sebagai syarat untuk perdamaian.
"Dia sangat kuat dan tidak dapat diprediksi, dan saya sangat ingin melihat ketidakpastian Presiden Trump berlaku untuk Rusia. Saya yakin dia benar-benar ingin mengakhiri perang,” kata Zelensky dalam wawancara dengan televisi Ukraina, yang dilansir The Guardian, Jumat (3/1/2025).
Baca Juga: Rusia Menolak Berdamai dengan Ukraina, Berikut Alasannya
Pemimpin Ukraina tersebut telah berupaya membangun hubungan baik dengan Trump dan timnya sejak Pemilu AS November lalu di tengah kekhawatiran bahwa Partai Republik dapat memperlambat bantuan militer AS yang vital kepada Kyiv atau menghentikan sepenuhnya.
Trump, yang akan menjabat pada 20 Januari 2025, telah berjanji bahwa dia akan mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun tersebut dalam 24 jam setelah berkuasa.
Kyiv skeptis dengan janji tersebut, dan khawatir Ukraina akan dipaksa menyerahkan tanahnya yang dikuasai pasukan Rusia sebagai syarat untuk perdamaian.
"Dia sangat kuat dan tidak dapat diprediksi, dan saya sangat ingin melihat ketidakpastian Presiden Trump berlaku untuk Rusia. Saya yakin dia benar-benar ingin mengakhiri perang,” kata Zelensky dalam wawancara dengan televisi Ukraina, yang dilansir The Guardian, Jumat (3/1/2025).
Baca Juga: Rusia Menolak Berdamai dengan Ukraina, Berikut Alasannya
Pemimpin Ukraina tersebut telah berupaya membangun hubungan baik dengan Trump dan timnya sejak Pemilu AS November lalu di tengah kekhawatiran bahwa Partai Republik dapat memperlambat bantuan militer AS yang vital kepada Kyiv atau menghentikan sepenuhnya.
Lihat Juga :